Kunjungi Umsura, Mendiktisaintek Dorong Hilirisasi Riset Berbasis Kebutuhan Daerah
Sudarma Adi May 09, 2026 09:14 PM

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek) , Prof Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. menegaskan pentingnya pemerataan pendidikan, penguatan riset nasional, serta hilirisasi inovasi kampus agar hasil penelitian perguruan tinggi dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan pemerintah daerah. 

Hal itu disampaikan saat kunjungannya di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (9/5/2026).

Dalam agenda “Bincang Pagi” tersebut, Brian menilai tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia masih berkaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat. 

Baca juga: Kolaborasi Umsura dengan Aisyiyah, UMKM Dibekali Pendampingan Sertifikasi Halal dan Inovasi Bisnis

Anggaran Riset Tidak Turun, Persaingan Semakin Ketat

Ia juga menyinggung kebijakan penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dibatasi hingga maksimal 30 Juli sehingga perguruan tinggi swasta memiliki kesempatan membuka pendaftaran lebih panjang hingga September atau awal Oktober.

Selain itu, Brian memastikan anggaran riset nasional tidak mengalami penurunan. Menurutnya, meningkatnya jumlah pendaftar program hibah riset membuat persaingan memperoleh pendanaan menjadi lebih ketat.

“Dana riset sebenarnya tidak turun. Yang daftar naik tiga sampai empat kali lipat dan ada honor 25 persen. Jadi jumlahnya tidak turun, justru bertambah. Namun persaingannya menjadi lebih ketat,” ujarnya.

Usai bincang pagi, Brian bersama Rektor Umsura dan jajaran pimpinan kampus meninjau puluhan produk inovasi dosen dan mahasiswa yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). 

Berbagai inovasi tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknik, hingga teknologi tepat guna di bawah naungan Center for Impactful Innovation (CII).

Ia mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan Umsura. Namun, ia menekankan pentingnya orientasi riset yang selaras dengan kebutuhan daerah agar hasil penelitian kampus dapat dihilirisasi secara nyata.

“Yang penting menjadi catatan, hasil-hasil riset dan inovasi itu perlu disesuaikan dengan kebutuhan di daerah masing-masing. Sehingga apa yang diteliti dan dikembangkan kampus nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat,” tegasnya.

Baca juga: Respon Satryo Digantikan Brian Yuliarto Sebagai Mendiktisaintek, Dipecat Usai ASN Demo? ‘Tak Sesuai’

Brian juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian dari kontribusi kampus dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Sementara itu, Rektor Umsura, Prof. Dr. Mundakir menyambut baik kebijakan pemerintah dalam penguatan perguruan tinggi swasta, terutama pada aspek penguatan kurikulum, transformasi digital, serta dukungan terhadap riset dan inovasi.

Menurut Mundakir, berbagai inovasi yang dipamerkan merupakan implementasi konsep “Kampus Berdampak” yang selama ini dijalankan Umsura dengan mengarahkan riset pada kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar.

“Saya kira ini bagian dari perwujudan Kampus Berdampak. Kami mendukung program tersebut dengan mengarahkan riset-riset kampus pada kebermanfaatan di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia mencontohkan kerja sama Umsura dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam pengembangan panel surya untuk rumah pompa air sebagai salah satu bentuk hilirisasi riset dan inovasi kampus.

“Ini bagian dari bagaimana kampus bisa berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Selain itu, Mundakir menyebut Umsura terus mengembangkan program studi baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. 

Hingga saat ini, Umsura disebut tidak pernah menutup program studi, melainkan terus melakukan pengembangan sesuai kebutuhan industri dan masyarakat.

Terkait pengembangan energi terbarukan, Umsura saat ini juga tengah menjalankan kerja sama pemanfaatan panel surya di sejumlah rumah pompa milik Pemerintah Kota Surabaya.

“Kami kemarin mendapat tiga sampai empat rumah pompa untuk tahap awal. Setelah sistem ini berjalan optimal, kami akan kembali mengajukan proposal pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.