Kericuhan di Rantau Kopar Rohil Diduga Dipicu Provokasi dari Keluarga Terduga Pengedar
Ariestia May 09, 2026 07:22 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, ROHIL - Kericuhan di Kepenghuluan Bagan Cempedak, Kecamatan Rantau Kopar disebabkan oleh provokasi terduga pelaku pengedar narkoba.

Tribunpekanbaru.com merangkum informasi dari sejumlah pihak terkait kronlogis kericuhan itu.

Kronologi kericuhan itu bermula dari penangkapan yang dilakukan oleh Direktorat Narkoba Polda Riau terhadap seorang terduga pengedar narkoba atas nama Ozi pada Jumat (8/5/2026) kemarin.

Saat dilakukan penggeledahan masyarakat sudah berkumpul di depan rumah terduga pelaku.

"Masyarakat awalnya tidak tahu ada penggerebekan, tapi karena dilihat banyak polisi di lokasi masyarakat berkumpul di lokasi itu," ujar Dedi Wahyudi, Datuk Penghulu Bagan Cempedak, Sabtu (9/5/2026).

Kemudian warga diduga terprovokasi oleh salah seorang warga yang juga memiliki hubungan kekerabatan dengan terduga pelaku atas nama Ozi yang ditangkap aparat Kepolisian Polda Riau.

"Dia kesal adeknya ditangkap, padahal adeknya hanyalah kaki," ujar Dedi.

Warga berinisial IR tersebut kemudian menyerukan agar polisi menangkap bandar besar di wilayah itu.

Hingga akhirnya masyarakat terprovokasi.

Warga juga sempat mendatangi Polsek Rantau Kopar, meminta agar polisi juga menangkap bandar besar di wilayah itu.

Warga yang marah kemudain membakar gudang milik Ozi.

Diketahui di dalam gudang berisi mobil yang juga hangus terbakar.

Tidak hanya gudang, polisi juga membakar rumah terduga pengedar lainnya yang berada tak jauh dari lokasi pertama.

"Warga tidak membakar rumah, hanya mengeluarkan barang-barangnya saja, kemudian dibakar di luar rumah," ujar Dedi.

Tribunpekanbaru.com juga menggkonfirmasi Kapolsek Rantau Kopar, Iptu Nanang.

Ia membenarkan bahwa adanya aksi provokasi yang diduga dilakukan oleh abang terduga pengedar atas nama Ozi.

Ia juga mengatakan bahwa tindak pidana pengrusakan itu masih berproses.

Massa melampiaskan kemarahan dengan merusak dan membakar gudang di bagian belakang rumah yang diduga milik bandar narkoba tersebut.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Api juga berhasil padam dan warga akhirnya membubarkan diri.

Pihak kepolisian membeberkan kronologi pengungkapan kasus narkotika di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), yang berujung aksi pembakaran lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas peredaran sabu, Jumat (8/5/2026).

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan, pengungkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan maraknya transaksi narkotika di kawasan Jalan Rambutan, Rantau Kopar.

Menindaklanjuti informasi itu, tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Riau melakukan penyelidikan dan bergerak melakukan penggerebekan di sebuah gudang yang diduga digunakan sebagai lokasi aktivitas narkoba.

“Dari hasil pendalaman, tim kemudian bergerak melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku di sebuah gudang yang dilengkapi CCTV di sejumlah sudut lokasi,” ujar Putu, Sabtu (9/5/2026).

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan seorang pria. 

Petugas juga melakukan penggeledahan yang disaksikan langsung oleh ketua RT setempat.

Dari lokasi, aparat menemukan sejumlah barang bukti berupa plastik besar bekas, alat hisap sabu atau bong, serta uang tunai yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Kombes Putu menegaskan, pengungkapan itu merupakan bagian dari komitmen Polda Riau dalam memberantas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.

“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Kami ingin memastikan bahwa ruang-ruang peredaran narkoba di Riau tidak diberi celah sedikit pun,” tegasnya.

Ia menjelaskan, saat proses penggerebekan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, warga sekitar justru memberikan dukungan terhadap langkah kepolisian. 

Menurutnya, masyarakat sudah lama merasa resah dengan dugaan aktivitas di lokasi tersebut.

“Ketika penggerebekan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, masyarakat mendukung penuh langkah petugas. Mereka senang lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas peredaran narkotika itu ditindak,” jelasnya.

Namun situasi berubah setelah petugas meninggalkan lokasi.

Massa yang masih bertahan di sekitar tempat penggerebekan diduga terprovokasi hingga akhirnya melakukan aksi pembakaran terhadap sebagian bangunan tersebut.

(Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit/Rizky Armanda) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.