SURYA.co.id, Surabaya - Pertandingan pekan ke-32 Super League 2025/2026 antara Persis Solo dan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Sabtu (9/5/2026) sore, menjadi sorotan.
Absennya Arief Catur Pamungkas dan Riyan Ardiansyah karena akumulasi kartu kuning membuat Persebaya harus melakukan rotasi.
Berikut susunan Pemain Persis vs Persebaya
Persis Solo (4-3-3):
Penjaga gawang: M. Riyandi
Belakang: Dusan Mijic, Kadek Raditya, Luka Dumancic, Alexvan Djin
Tengah: Zanadin Fariz, Andrei Alba, Dejan Tumbas
Depan: Roman Paparyga, Bruno Gomes, Miroslav Maricic
Pelatih: Milomir Seslija
Persebaya Surabaya (4-2-3-1):
Penjaga gawang: Andhika Ramadhani
Belakang: Koko Ari, Risto Mitrevski, Gustavo Fernandes, Jefferson Silva
Tengah: Toni Firmansyah, Milos Raickovic
Depan: Malik Risaldi, Francisco Rivera, Bruno Moreira; Mihailo Perovic
Pelatih: Bernardo Tavares
Baca juga: 2 Pemain Persebaya Surabaya Absen Lawan Persis Solo, Bruno Moreira Bakal Jadi Starter
Yang juga menarik, Kiper utama Persebaya Surabaya Ernando Ari masuk dalam list cadangan.
Persebaya datang dengan tren positif tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan.
Bajol Ijo menumbangkan Malut United 0-2, membungkam Arema FC 0-4, dan menaklukkan PSBS Biak 4-0.
Pelatih Bernardo Tavares menegaskan pentingnya fokus.
“Pertandingan ini tidak akan mudah, karena Persis Solo tim yang kuat, memiliki pemain-pemain bagus,” ujarnya.
Francisco Rivera, sang top skor dengan 12 gol, menegaskan tim harus tetap konsentrasi.
“Kami tahu Solo memiliki tim yang bagus, mereka kuat di sini. Kami tidak melihat posisi di klasemen, jadi kami harus siap juga fokus agar besok mendapatkan tiga poin,” katanya.
Persis Solo justru dalam kondisi berbeda. Mereka baru saja kalah 5-2 dari Malut United, dengan empat gol lawan tercipta dari set piece. Kekalahan itu membuat posisi mereka semakin terancam di papan bawah.
Baca juga: Hal Unik Jelang Persis vs Persebaya Surabaya, Suporter Tuan Rumah Diminta Pakai Batik di Stadion
Pelatih Milomir Seslija menyadari situasi sulit timnya.
“Kami tahu betapa pentingnya pertandingan ini bagi kami. Kami harus tetap berpegang pada rencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, evaluasi sudah dilakukan.
“Kami sudah menganalisis, memperbaiki kesalahan dari pertandingan itu, kami dapat belajar untuk menjadi lebih baik dan lebih kuat secara mental,” katanya.
Pemain Persis, Dejan Tumbas, menegaskan kemenangan adalah harga mati.
“Pertandingan besok (hari ini, red) sangat penting. Bagi kami, ini adalah tiga final terakhir. Kami yakin bisa menang besok,” ujarnya.
Dengan kondisi kontras, laga ini diprediksi berlangsung sengit.
Persebaya berpeluang memperpanjang rekor kemenangan, sementara Persis berusaha bangkit di hadapan pendukungnya.
Manajemen Persis Solo mengimbau suporter yang hadir di Stadion Manahan untuk mengenakan batik.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap sanksi Komdis PSSI yang melarang penggunaan atribut klub.
Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan antisipasi agar tidak menimbulkan penafsiran pelanggaran.
“Kami menghimbau untuk memakai batik. Sebetulnya bukan paksaan, tapi batik sudah pasti tidak melanggar aturan,” ujarnya.
Larangan penggunaan atribut klub memunculkan beragam respons dari suporter.
Meski begitu, sebagian besar pendukung menyambut baik imbauan tersebut sebagai bentuk dukungan elegan terhadap tim.
Bryan menegaskan bahwa tradisi mengenakan batik bukan hal baru.
“Dulu waktu di Liga 2 sudah pernah dilakukan. Memang ada beberapa teman-teman menyambut baik,” katanya.
Ia menambahkan, batik juga menjadi simbol identitas kota Solo.
“Batik itu identitas kota ini. Jadi kami ingin tetap mendukung tim dengan cara yang berkelas,” ujarnya.
Dengan suasana unik ini, laga Persis vs Persebaya diprediksi akan berlangsung dalam atmosfer berbeda.
Tribun stadion akan dipenuhi warna batik, menggambarkan semangat sportivitas dan kebanggaan terhadap budaya Jawa.