TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menyoroti realitas pendidikan di akar rumput.
Tak sekadar retorika, PKS menandai komitmennya dengan menyalurkan bantuan pendidikan serta memberikan apresiasi khusus bagi para guru yang berdedikasi di tengah keterbatasan.
Salah satu momen paling menggugah dalam acara bertema "Pendidikan Bermutu untuk Generasi Emas Berkarakter" ini adalah pemberian penghargaan kepada 24 guru inspiratif dari berbagai penjuru nusantara.
Kisah-kisah mereka menjadi bukti nyata besarnya pengabdian guru di Indonesia:
“Pendidikan itu bukan cuma soal sekolah formal. Rumah tangga harus dibenahi, lingkungan diwarnai, bahkan aktivitas digital anak-anak kita harus diisi hal positif karena pengaruh gadget yang begitu besar saat ini,” ujar Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, Sabtu (9/5/2026).
Baca juga: PKS Instruksikan Program Konkret Kader Saat Momentum Apel Siaga di Bandung
Ketua Bidang Pendidikan & Kesehatan DPP PKS, Kurniasih, menjelaskan bahwa bantuan pendidikan diberikan secara simbolis kepada 24 pelajar (TK hingga Perguruan Tinggi) serta 24 guru inspiratif.
Angka ini dipilih bertepatan dengan momentum Milad PKS ke-24.
Menariknya, PKS juga menyelipkan pesan ekologis dan kemandirian dalam acara ini. Para guru yang hadir secara luring mendapatkan bibit sayur-sayuran.
"Ini adalah langkah kecil PKS untuk mendorong ketahanan pangan yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga para pendidik," tambah Kurniasih.
Selain aksi sosial, Almuzzammil menegaskan bahwa Fraksi PKS di DPR RI terus mengawal kesejahteraan guru, terutama dalam pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional.
Targetnya jelas: mewujudkan amanat Pasal 31 Ayat 3 UUD NRI 1945, yakni pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tapi juga meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia.
Rangkaian acara yang digelar secara hybrid ini ditutup dengan diskusi interaktif melalui talkshow Ngobrol Pendidikan (Ngopi) bersama Anggota Komisi E DPRD Jakarta, Muhammad Hasan Abdullah, serta workshop pendidikan kolaboratif bersama pihak Kemendikdasmen.