Rayakan Hardiknas 2026, PKS Beri Apresiasi untuk Guru yang Tempuh 70 Km Demi Mengajar
Dodi Esvandi May 09, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menyoroti realitas pendidikan di akar rumput. 

Tak sekadar retorika, PKS menandai komitmennya dengan menyalurkan bantuan pendidikan serta memberikan apresiasi khusus bagi para guru yang berdedikasi di tengah keterbatasan.

Salah satu momen paling menggugah dalam acara bertema "Pendidikan Bermutu untuk Generasi Emas Berkarakter" ini adalah pemberian penghargaan kepada 24 guru inspiratif dari berbagai penjuru nusantara. 

Kisah-kisah mereka menjadi bukti nyata besarnya pengabdian guru di Indonesia:

  • Perjuangan Jarak: Seorang guru yang rela menempuh perjalanan sejauh 70 kilometer setiap hari demi memastikan muridnya tetap belajar.
  • Ketangguhan: Guru penyintas banjir bandang di Aceh yang tetap mengajar di tengah sisa-sisa bencana.
  • Inovasi Lingkungan: Penggerak sekolah Adiwiyata dari Kota Bogor yang konsisten menanamkan nilai ekologis pada siswa.

“Pendidikan itu bukan cuma soal sekolah formal. Rumah tangga harus dibenahi, lingkungan diwarnai, bahkan aktivitas digital anak-anak kita harus diisi hal positif karena pengaruh gadget yang begitu besar saat ini,” ujar Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, Sabtu (9/5/2026).

Baca juga: PKS Instruksikan Program Konkret Kader Saat Momentum Apel Siaga di Bandung

Ketua Bidang Pendidikan & Kesehatan DPP PKS, Kurniasih, menjelaskan bahwa bantuan pendidikan diberikan secara simbolis kepada 24 pelajar (TK hingga Perguruan Tinggi) serta 24 guru inspiratif. 

Angka ini dipilih bertepatan dengan momentum Milad PKS ke-24.

Menariknya, PKS juga menyelipkan pesan ekologis dan kemandirian dalam acara ini. Para guru yang hadir secara luring mendapatkan bibit sayur-sayuran.

"Ini adalah langkah kecil PKS untuk mendorong ketahanan pangan yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga para pendidik," tambah Kurniasih.

Komitmen Kebijakan di Parlemen

Selain aksi sosial, Almuzzammil menegaskan bahwa Fraksi PKS di DPR RI terus mengawal kesejahteraan guru, terutama dalam pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional. 

Targetnya jelas: mewujudkan amanat Pasal 31 Ayat 3 UUD NRI 1945, yakni pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tapi juga meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia.

Rangkaian acara yang digelar secara hybrid ini ditutup dengan diskusi interaktif melalui talkshow Ngobrol Pendidikan (Ngopi) bersama Anggota Komisi E DPRD Jakarta, Muhammad Hasan Abdullah, serta workshop pendidikan kolaboratif bersama pihak Kemendikdasmen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.