Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Nusa Tenggara II wilayah NTT, Soemin Kase, S.T., M.Si, menyampaikan total alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 6.600 unit yang akan disalurkan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota.
Soemin Kase menjelaskan, dari total 6.600 unit tersebut, sebanyak 3.170 unit telah dialokasikan pada tahap pertama dan mulai disalurkan ke berbagai daerah di NTT.
Menurutnya, penyaluran BSPS dilakukan melalui beberapa skema, yakni usulan dari pemerintah daerah serta jalur aspirasi. Namun, tidak semua daerah mendapatkan alokasi dari jalur aspirasi pada tahap ini.
“Untuk tahap pertama ini ada 3.170 unit yang tersebar di NTT. Kategorinya ada yang berasal dari usulan pemerintah daerah dan ada juga dari aspirasi,” ujarnya. Sabtu (9/5/2026).
Baca juga: Kabupaten Belu Dapat 200 Unit BSPS Tahun 2026 dari Kemen PKP RI
Ia menambahkan, pihak kementerian juga telah menginstruksikan penyaluran tambahan sebanyak 2.200 unit yang akan dibagi ke sejumlah kabupaten/kota. Ke depan, masih akan ada tambahan alokasi sekitar 11.000 unit secara nasional yang saat ini masih menunggu mekanisme pembagian.
“Kami pastikan pembagian akan dilakukan secara merata sesuai kebijakan kementerian, sehingga semua daerah berpeluang mendapatkan tambahan bantuan,” jelasnya.
Terkait kondisi perumahan di NTT, Soemin mengungkapkan masih terdapat kekurangan rumah layak huni yang cukup tinggi. Berdasarkan data yang ada, backlog perumahan di wilayah ini masih berada di kisaran 23 persen.
Meski demikian, ia optimistis berbagai program bantuan pemerintah, termasuk BSPS serta bantuan penanganan bencana, secara bertahap mampu menekan angka kekurangan rumah layak huni di NTT.
“Kami belum bisa memastikan penurunannya secara angka, tetapi dengan adanya berbagai program ini, kami yakin jumlah rumah tidak layak huni akan terus berkurang,” pungkasnya. (gus)