BGN Tambah Menu Telur MBG Jatim, Respons Protes Peternak Magetan
Cak Sur May 09, 2026 10:32 PM

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur (Jatim) untuk memperkuat penggunaan menu berbahan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (9/5/2026).

Kebijakan tersebut muncul, setelah aksi protes peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan yang membagikan 3 ton telur gratis kepada masyarakat di Alun-alun Magetan pada Rabu (6/5/2026) lalu.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak.

Menu Telur Ditambah Jadi Tiga Kali Sepekan

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan langkah tersebut bertujuan meningkatkan penyerapan telur peternak lokal agar harga di tingkat produsen kembali stabil.

“Kami telah menginstruksikan seluruh SPPG di Jawa Timur untuk mengoptimalkan penggunaan telur dalam menu MBG, sehingga dapat membantu meningkatkan penyerapan telur peternak dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen,” ujarnya.

Menurut Nanik, penggunaan menu telur di dapur MBG akan ditingkatkan menjadi tiga kali dalam satu minggu.

Sebelumnya, menu berbahan telur hanya disajikan dua kali dalam sepekan.

“Program MBG memang dirancang tidak hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk peternak ayam petelur,” jelasnya.

Peternak Keluhkan Harga Telur Jatuh

Sebelumnya, puluhan peternak ayam petelur di Magetan membagikan telur gratis kepada pengguna jalan, sebagai bentuk protes terhadap harga telur yang dinilai terlalu rendah.

Para peternak mengak,u harga telur saat ini berada jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP).

Salah satu peternak, Teguh Wahyudi, meminta pemerintah melakukan intervensi nyata untuk meningkatkan penyerapan hasil produksi peternak.

“Kami minta ada intervensi nyata dari pemerintah. Penyerapan harus ditingkatkan, baik melalui program sosial maupun program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata Teguh.

Ia menyebut, penyerapan telur melalui program MBG saat ini masih sangat kecil, yakni sekitar 150 kilogram per pekan untuk satu dapur SPPG.

“Dengan produksi yang melimpah, penyerapan seperti itu jelas belum mampu menahan kejatuhan harga,” imbuhnya.

Produksi Telur Magetan Capai 81 Ton per Hari

Sementara itu, Kepala Disnakkan Magetan, Nur Haryani, mengatakan produksi telur ayam negeri di Kabupaten Magetan mencapai sekitar 81 ton per hari.

Jumlah tersebut, berasal dari populasi sekitar 2,5 juta ayam petelur sepanjang 2025.

Menurutnya, tingginya produksi yang tidak diimbangi daya serap pasar menjadi penyebab utama anjloknya harga telur.

“Saat ini harga telur sekitar Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah HAP sebesar Rp26.500,” jelas Nur Haryani.

Ia menambahkan, biaya pakan menyumbang sekitar 70 persen dari total biaya produksi dan harga jagung juga mengalami kenaikan.

Fakta Penting Krisis Harga Telur di Magetan

  • BGN menambah penggunaan menu telur MBG menjadi tiga kali sepekan
  • Kebijakan diambil usai aksi bagi-bagi 3 ton telur gratis di Magetan
  • Harga telur di tingkat peternak turun menjadi sekitar Rp22.800 per kilogram
  • Produksi telur Magetan mencapai 81 ton per hari
  • Pemerintah daerah akan mendorong penyerapan telur melalui MBG dan bantuan sosial

Disnakkan Magetan juga berencana memperluas gerakan konsumsi telur melalui ASN dan masyarakat, sekaligus melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah provinsi dan pusat agar muncul kebijakan yang lebih berpihak kepada peternak lokal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.