TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Caretaker PSM Makassar Ahmad Amiruddin mengungkapkan, penyebab kekalahan timnya dari Arema FC pada pekan 32 Super League 2025/2026.
Mulai dari tak turun dengan skuad penuh, penyelesaian akhir kurang bagus hingga psikologis pemain menjadi biang keladi.
PSM Makassar harus mengakui keunggulan tuan rumah Arema FC tiga gol tanpa balas di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (9/5/2026) sore.
Gol Arema FC dicetak Dalberto lewat penalti di menit 11, digandakan Gabriel Silva pada menit 53 dan ditutup oleh Joel Vinicius pada menit 69.
Kekalahan ini membuat PSM Makassar gagal mengunci lebih cepat tiket Super League musim depan.
Mereka tertahan di urutan 13 dengan 34 poin. Hanya unggul tujuh poin dari Persis Solo di zona degradasi.
Tim Juku Eja bisa saja lolos dari degradasi kalau Persis Solo tumbang dari Persebaya Surabaya malam ini.
Ahmad Amiruddin menerima dengan lapang dada kekalahan dialami.
Ia tak pungkiri, banyaknya pemain absen turut memengaruhi performa tim.
“Kami terima kekalahan ini, karena pada prinsipnya kami tak tampil dengan full skuad, karena ada tujuh-delapan pemain tak bisa tampil pada laga ini,” ungkapnya saat konferensi pers pasca pertandingan, Sabtu petang.
Juru taktik akrab disapa Amir ini menambahkan, PSM Makassar banyak membuang peluang,
Ia menghitung ada lima sampai enam peluang sebenarnya bisa berujung gol. Namun, tak terjadi.
Dua peluang emas mengenai tiang gawang. Tendangan backheel dari Yuran Fernandes di menit 59 dan tembakan pleasing kaki kanan Ananda Raehan.
“Seandainya peluang tersebut bisa cetak satu, mungkin hasilnya tak seperti ini. Namun, ini sudah terjadi,” katanya.
Finishing pun akan menjadi pekerjaan rumah untuk dibenahi oleh Amir.
Baginya, PSM Makassar harus bermain efektif, setiap peluang dimiliki bisa dikonversi menjadi gol.
“Ini jadi bahan evaluasi kami ke depannya. Bahwa finishing, pemanfaatan peluang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ucapnya.
PSM Makassar sangat agresif di babak pertama walau tertinggal.
Mereka menggempur pertahanan tim Singo Edan. Namun, serangan terlihat menurun di paruh kedua.
Amir mengaku semua sebenarnya berjalan sesuai rencana dibuat.
Timnya coba menguasai bola dan menyerang, tetapi ia melihat motivasi pemainnya menurun pasca kebobolan.
Bukan karena faktor kelelahan dari perjalanan panjang dari Makassar ke Malang.
“Mungkin lebih ke psikologi pemain. Mereka mungkin merasa kebobolan secara tidak normal,” sebut juru taktik berlisensi A AFC ini.
Wakil kapten PSM Makassar Rasyid Bakri mengucapkan selamat atas kemenangan Arema FC.
Menurutnya, semua penggawa Laskar Ayam Jantan dari Timur telah berjuang keras di pertandingan.
Gol penyama kedudukan coba dicari, tapi hasil akhir tetap 3-0.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter PSM Makassar atas kekalahan dialami.
“Kami sangat kecewa dengan hasil ini tentunya. Kami mohon maaf kepada suporter yang telah mendukung kami,” ucapnya.
Rasyid Bakri dan kolega tak ingin larut meratapi kekalahan ini.
Mereka bertekad bangkit di pertandingan selanjutnya melawan Persib Bandung.
Kemenangan berusaha diraih dari Maung Bandung demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Duel PSM Makassar kontra Persib digelar di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (17/5/2026) malam,
“Saya harap di laga lawan Persib di Parepare bisa raih hasil positif dan bertahan di Liga 1 (Super League),” tegas pemain berjuluk sang pangeran ini. (*)