Wamendiktisaintek Puji Riset dan Hilirisasi USK saat Kunjungi ARC dan TDMRC
Mursal Ismail May 10, 2026 12:03 AM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat atas capaian riset dan hilirisasi inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof Stella Christie saat mengunjungi Atsiri Research Center (ARC) dan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK di Banda Aceh, Jumat (8/5/2026).

Dalam kunjungannya, Wamendikti Saintek menilai berbagai inovasi yang dikembangkan USK menunjukkan bahwa riset perguruan tinggi mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semua produk hebat di dunia adalah produk yang lahir dari riset dan terus diperbaiki melalui riset. Inilah contoh hilirisasi yang benar,” ujar Stella Christie.

Ia mengapresiasi berbagai produk hasil pengembangan ARC USK yang telah memasuki tahap komersialisasi, khususnya produk berbasis nilam Aceh atau patchouli. 

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar karena menjadi pemasok utama nilam dunia, namun selama ini sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai tambah ekonomi belum optimal.

Baca juga: Mahasiswa USK Sabet 8 Penghargaan Bergengsi di DEC Bali, Ini Kategorinya

Karena itu, Stella menilai inovasi dan hilirisasi menjadi langkah penting agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar global.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi antara kementerian, universitas, masyarakat, dan petani agar riset terus berkembang dan produk kita mampu bersaing di pasaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala ARC USK, Syaifullah Muhammad, menjelaskan bahwa ARC sejak tahun 2014 aktif mendampingi petani nilam di Aceh dalam meningkatkan kualitas dan nilai jual produk.

Ia mengungkapkan, sebelumnya minyak nilam dari petani hanya dijual sebagai bahan mentah ke pasar luar negeri seperti Prancis dan Amerika Serikat dengan harga sekitar Rp900 ribu per kilogram. 

Namun melalui proses riset dan hilirisasi, nilai produk dapat meningkat hingga mencapai sekitar Rp6 juta.

“Dulu hanya empat kabupaten yang mengembangkan nilam, sekarang sudah berkembang menjadi 18 kabupaten. Ini menunjukkan dampak nyata dari riset dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: Wamendikti Kagum Produk Nilam USK, Nilainya Naik dari Rp900 Ribu Jadi Rp6 Juta

Selain pengembangan parfum dan produk turunan nilam, ARC USK juga berhasil mengembangkan berbagai inovasi berbasis minyak atsiri, termasuk produk pembersih dengan kemampuan antimikroba yang tinggi hasil dukungan pendanaan hilirisasi dari kementerian.

Dalam kesempatan tersebut, Stella Christie juga mengunjungi TDMRC USK dan mengapresiasi kontribusi lembaga tersebut dalam pengembangan inovasi kebencanaan berbasis riset.

Menurutnya, penanganan bencana akan jauh lebih efektif apabila didukung riset yang kuat dan melibatkan perguruan tinggi sebagai pusat keilmuan.

“Dana riset harus mengalir ke universitas karena kampus memiliki kekuatan dosen, peneliti, dan tenaga ahli yang memahami persoalan secara sistematis.

USK sangat tepat karena memiliki kekuatan akademik yang lengkap,” katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah inovasi TDMRC yang dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat, seperti pengembangan teknologi air bersih hingga pangan darurat berupa nasi siap makan yang tahan lama dan mampu memenuhi kebutuhan energi korban bencana.

Baca juga: Di USK, Wamendiktisaintek Prof Stella Sebut Pemerintah Anggarkan Rp 15,3 Triliun untuk Program KIP K

Selain itu, Wamendikti Saintek turut menyinggung pentingnya program mahasiswa berdampak sebagai bagian dari penguatan kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan USK, antara lain Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., para direktur, sekretaris universitas, pengurus TDMRC, pengurus ARC, serta sejumlah tamu lainnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.