WHO Buka Suara soal Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Bahayakah?
Glery Lazuardi May 10, 2026 12:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - World Health Organization atau WHO akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait klaster virus hanta yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius.

Kasus tersebut menjadi perhatian internasional setelah delapan orang dilaporkan terinfeksi dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Meski demikian, WHO menilai risiko penyebaran virus ke masyarakat luas masih tergolong rendah dan belum menunjukkan ancaman seperti pandemi global.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut insiden tersebut memang serius, namun situasi masih terkendali.

“Meskipun ini adalah insiden serius, WHO menilai risiko kesehatan masyarakatnya rendah,” ujar Tedros dalam konferensi pers, Rabu (7/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik dunia terhadap potensi wabah baru setelah pandemi Covid-19.

Virus Andes Jadi Perhatian

WHO menjelaskan virus yang ditemukan dalam kasus di kapal pesiar tersebut merupakan virus Andes, salah satu jenis virus hanta.

Virus Andes menjadi perhatian karena merupakan satu-satunya spesies virus hanta yang diketahui dapat menular secara terbatas antar manusia.

Namun, penularannya disebut membutuhkan kontak dekat dan berlangsung dalam waktu cukup lama.

“Virus hanta yang terlibat adalah virus Andes, satu-satunya spesies yang diketahui mampu menular secara terbatas antar manusia, terkait dengan kontak dekat dan berkepanjangan,” tulis WHO.

WHO menegaskan virus ini tidak menyebar secepat Covid-19 atau influenza yang dapat menular melalui interaksi singkat.

Hingga saat ini, kasus disebut masih terbatas dan terus dipantau otoritas kesehatan internasional.

Baca juga: Eks Pelatih Southampton Ceritakan Pengalaman Terinfeksi Hantavirus: Rasanya Seperti Ditusuk Pisau

WHO Kirim Ribuan Alat Tes

WHO menyatakan telah mengambil sejumlah langkah sejak menerima laporan awal pada 2 Mei 2026.

Salah satunya dengan menempatkan tenaga ahli kesehatan di atas kapal untuk memeriksa kondisi penumpang dan awak kapal.

“Prioritas kami adalah memastikan pasien yang terdampak menerima perawatan, penumpang yang tersisa di kapal tetap aman dan diperlakukan dengan bermartabat, serta mencegah penyebaran virus lebih lanjut,” kata Tedros.

Selain itu, WHO juga mengirimkan 2.500 alat diagnostik dari Argentina ke laboratorium di lima negara guna memperkuat kapasitas pemeriksaan virus hanta.

Organisasi kesehatan dunia tersebut juga sedang menyusun panduan operasional terkait proses penurunan penumpang dan perjalanan lanjutan agar tetap aman.

Jadi Sorotan Karena Libatkan Perjalanan Internasional

Kasus di MV Hondius menjadi perhatian dunia karena melibatkan perjalanan lintas negara dengan penumpang dari berbagai wilayah.

WHO menilai peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman penyakit menular lintas batas.

“Peristiwa ini menunjukkan mengapa IHR ada, menunjukkan pentingnya kerja sama dan solidaritas global dalam menanggapi ancaman kesehatan yang tidak mengenal batas negara,” jelas WHO.

Meski risiko global dinilai rendah, WHO mengingatkan kemungkinan tambahan kasus masih dapat terjadi karena masa inkubasi virus yang cukup panjang.

“Dengan mempertimbangkan masa inkubasi, ada kemungkinan lebih banyak kasus yang akan dilaporkan,” ujar Tedros.

Penularan Hanta Umumnya dari Hewan Pengerat

Virus hanta umumnya ditularkan melalui paparan tikus atau hewan pengerat yang membawa virus.

Penularan antar manusia tergolong sangat jarang dan sejauh ini hanya dikaitkan dengan virus Andes.

WHO menegaskan fokus utama saat ini adalah pelacakan kontak erat, pemeriksaan kesehatan, dan penguatan kapasitas laboratorium untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit menular tetap dapat muncul di tengah tingginya mobilitas global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.