TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Serda M Maulana Sidik meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Nusantara KM 12, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (8/5/2026).
Serda M Maulana Sidik ditabrak mobil Toyota Fortuner yang dikemudikan seorang WNA asal China, dan meninggal dunia di tempat kejadian.
Baca juga: 4 Prajurit TNI Terdakwa Kasus Air Keras Andrie Yunus Akan Diperiksa dalam Sidang Rabu Pekan Depan
Saat peristiwa kecelakaan terjadi, Serda M Maulana Sidik yang kerap disapa Sidik ini baru dua hari berulang tahun yang ke-22 tahun tepat pada tanggal 6 Mei 2026.
Ya, Sidik lahir di Bogor pada 6 Mei 2004.
Dia merupakan Bintara Muda Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Tanjungpinang.
Pangkatnya Sersan Dua (Serda) Mesin Pesawat Udara (MPU).
Sidik pernah bersekolah di SMP Negeri 16 Tanjungpinang.
Ia dikenal sebagai sosok yang rajin, sopan, dan berbakti pada tugasnya sebagai penjaga kedaulatan laut di Kepri.
"Korban orang yang baik banget. Saya merasa sangat kehilangan sosok itu," kata rekan korban yang enggan menyebutkan namanya, Sabtu (9/5/2026).
Korban selama ini tinggal di Jl. Arif Rahman Hakim No. 38 RT. 002/RW. 005 Kelurahan Sri Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang.
Saat kecelakaan kemarin, korban diduga hendak menuju tempat tugasnya.
Baca juga: Fakta-Fakta Kematian Prajurit TNI AL di KRI Radjiman, Keluarga Ungkap Kejanggalan
Kapolresta Tanjungpinang, Indra Ranu Dikarta melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Wery Wilson Marbun, mengungkap detik-detik terjadinya kecelakaan.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Nusantara KM 12, Kota Tanjungpinang, Jumat (8/5/2026) pagi.
"Korban adalah pengendara sepeda motor Honda Beat dan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang dialami," ujar Wery.
Saat itu Sidik mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BP 3612 QM melaju dari arah Hotel Aston Tanjungpinang hendak menuju arah Kijang.
Di waktu bersamaan, mobil Toyota Fortuner berwarna hitam bernomor polisi BK 1271 OH bergerak dari arah berlawanan, dari Kijang menuju arah Hotel Aston Tanjungpinang.
Mobil itu dikemudikan Ct (32), Warga Negara Asing (WNA) asal China.
Saat itu Ct dan beberapa rekannya berada di dalam mobil itu.
Mereka hendak pergi ke Imigrasi Tanjungpinang untuk mengurus berkas.
"Pengemudi mobil diduga berusaha mendahului kendaraan lain, namun kehilangan kendali dan keluar dari jalur yang semestinya, hingga menabrak sepeda motor yang dikendarai Sidik dari arah berlawanan," kata Wery.
Akibat benturan kuat, tubuh Sidik terpental dan membentur pembatas jembatan sebelum jatuh ke aspal.
Nyawa prajurit muda itu tidak tertolong. Ia meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi telah mengamankan pengemudi berkewarganegaraan asing tersebut untuk dimintai keterangan secara mendalam dan melengkapi berkas perkara.
Sementara itu pengemudi Fortuner WNA asal China yang bekerja di kawasan industri Galang Batang, Kabupaten Bintan telah diamankan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah disita sebagai barang bukti guna menuntaskan penyelidikan penyebab pasti kecelakaan itu.
Setiaman, warga Tanjungpinang yang berada tak jauh dari lokasi kecelakaan menceritakan kesaksiannya.
Dia mengaku segera keluar ruko setelah mendengar suara benturan keras.
Saat itu dia melihat seorang pria yang sudah tak bernyawa di atas aspal.
Saat kejadian, Setiaman sedang beraktivitas di pinggir jalan tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Ia berlari menghampiri lokasi kejadian yang hanya berjarak kurang lebih 10 meter saja.
"Suaranya sangat keras. Saya langsung keluar dari ruko dan melihat korban sudah tak bernyawa di atas aspal," kata Setiaman saat ditemui wartawan TribunBatam.id.
Mobil hendak memotong mobil yang ada di depannya.
"Mobil itu menabrak sepeda motor Honda Beat BP 3612 QM yang dikendarai MMS (22)," kata dia.
Korban seketika terjatuh dengan luka yang sangat parah.
"Kasihan, pria itu langsung meninggal di lokasi kejadian. Kami beramai-ramai lari mendekat mau menolong, tapi saat itu kondisi korban sudah sangat parah," ujarnya.
Sementara itu, pengemudi mobil yang terlibat tabrakan tampak syok luar biasa.
Warga melihat pengemudi tersebut keluar dari kendaraan dengan wajah pucat usai kejadian.
Penulis: (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng) (Tribunnews.com)