Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus tengah menyiapkan inovasi pelayanan bertajuk “Lapor Mas Supar” atau laporan seputar masalah pariwisata sebagai sarana pengaduan dan evaluasi sektor pariwisata di daerah itu.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disparekraf Tanggamus, Mei Zamzami mengatakan, inovasi tersebut disiapkan untuk mempermudah masyarakat maupun wisatawan dalam menyampaikan keluhan, masukan, hingga laporan terkait pengelolaan destinasi wisata.
“Melalui inovasi ini diharapkan pelayanan dan pengelolaan destinasi wisata bisa semakin baik,” kata Mei kepada Tribun Lampung, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sektor pariwisata, tidak hanya dari sisi promosi tetapi juga pelayanan dan kenyamanan pengunjung.
Selain menyiapkan layanan pengaduan, Disparekraf Tanggamus juga terus menggencarkan promosi wisata melalui media sosial, platform digital, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Kerja sama dilakukan bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), PHRI Kabupaten Tanggamus, agen tour and travel, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah.
“Strategi promosi dilakukan melalui pemanfaatan media sosial dan platform digital, kemudian kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas pemasaran wisata Tanggamus,” ujarnya.
Promosi juga diperkuat melalui penyelenggaraan event dan festival daerah dengan melibatkan komunitas dan influencer digital untuk meningkatkan eksposur destinasi wisata.
Mei menyebutkan, Kabupaten Tanggamus memiliki sejumlah destinasi unggulan yang terus didorong pengembangannya, seperti Teluk Kiluan, Gigi Hiu, Teluk Semaka, wisata air terjun, hingga kawasan Gunung Tanggamus.
Namun, pengembangan sektor pariwisata masih menghadapi tantangan berupa infrastruktur dan aksesibilitas menuju sejumlah lokasi wisata.
Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pembenahan akses jalan menuju kawasan wisata unggulan.
Salah satunya melalui pelebaran jalan Lempasing-Hanura yang menjadi jalur penghubung menuju kawasan wisata pesisir.
Selain itu, pengembangan akses dari Teluk Kiluan menuju Way Napal, Umbar, Pertiwi, Putih Doh hingga Kota Agung melalui Limau juga terus didorong.
“Pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki akses menuju destinasi wisata agar wisatawan semakin nyaman berkunjung,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan sektor pariwisata diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui usaha kuliner, homestay, jasa wisata, dan ekonomi kreatif lainnya.
“Harapannya masyarakat bisa menjadi pelaku utama dalam pengembangan pariwisata, bukan hanya menjadi penonton,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya)