3 Daerah dengan Rumah Terendam Banjir Terbanyak di Kaltim
Heriani AM May 10, 2026 10:11 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Banjir masih menjadi salah satu bencana yang paling sering terjadi di Kalimantan Timur. 

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur yang dirilis pada 21 Februari 2026 mencatat sebanyak 45.353 rumah terdampak banjir sepanjang tahun 2025.

Dalam konteks kebencanaan, istilah “rumah terendam” merujuk pada hunian warga yang tergenang air akibat luapan sungai, hujan intensitas tinggi, maupun sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik bangunan, tetapi juga aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Baca juga: 2 Daerah dengan Desa Paling Sedikit di Kalimantan Timur 2026, Jumlahnya hanya Belasan

Kabupaten Kutai Timur menjadi wilayah dengan jumlah rumah terendam banjir tertinggi, yakni mencapai 13.358 rumah.

Angka ini menunjukkan tingginya kerentanan wilayah tersebut terhadap banjir, yang bisa dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, kondisi geografis, serta aktivitas pembukaan lahan.

Di posisi berikutnya, Kota Samarinda mencatat 10.448 rumah terendam.

Sebagai ibu kota provinsi dengan kepadatan penduduk tinggi, banjir di Samarinda kerap terjadi akibat kombinasi faktor hujan lebat dan keterbatasan sistem drainase di kawasan perkotaan.

Kabupaten Berau berada di urutan ketiga dengan 9.903 rumah terdampak. Wilayah ini juga mencatat adanya kejadian banjir di 36 titik, menunjukkan sebaran banjir yang cukup luas di berbagai kecamatan.

Kabupaten Kutai Barat mencatat 4.972 rumah terendam banjir.

Baca juga: Aliansi Rakyat Kaltim Tagih Janji Hak Angket, Sebut Permasalahan Daerah Sudah Sangat Serius

Kondisi geografis berupa dataran tinggi dan aliran sungai yang melintasi wilayah ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi potensi banjir.

Sementara itu, Kota Bontang mencatat 2.491 rumah terdampak banjir.

Meski wilayahnya relatif kecil, kota industri ini tetap menghadapi risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi dan pasang air laut.

Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat 2.271 rumah terendam.

Wilayah ini memiliki banyak daerah aliran sungai (DAS) yang berpotensi meluap saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat 1.263 rumah terdampak banjir.

Wilayah ini juga memiliki peran strategis karena sebagian kawasannya masuk dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga: 60 Persen Tahura Bukit Soeharto Rusak, Otorita IKN Minta Hentikan Mobilisasi Massa Luar Daerah

Kabupaten Mahakam Ulu menjadi wilayah dengan jumlah rumah terendam relatif lebih sedikit, yakni 355 rumah.

Hal ini dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang lebih kecil serta karakter wilayah yang masih didominasi hutan.

Kabupaten Paser mencatat 292 rumah terendam banjir.

Meski angkanya tidak sebesar wilayah lain, banjir tetap menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat lokal.

Sementara itu, Kota Balikpapan tidak mencatat adanya rumah terendam banjir dalam data tersebut. Hal ini bisa dipengaruhi oleh kondisi topografi yang relatif berbukit serta sistem drainase yang lebih baik dibandingkan daerah lain.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa banjir masih menjadi tantangan besar di Kalimantan Timur.

Tingginya angka rumah terendam di beberapa wilayah menegaskan perlunya penguatan infrastruktur pengendali banjir, seperti normalisasi sungai, pembangunan drainase, serta pengelolaan tata ruang yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki musim hujan.

Baca juga: 4 Daerah dengan Kasus HIV/AIDS Paling Sedikit di Kalimantan Timur 2026

Dengan memahami data ini, diharapkan upaya mitigasi atau pengurangan risiko bencana dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran di setiap daerah.

Berikut data jumlah rumah terendam banjir tahun 2026 di Kalimantan Timur (bukan jumlah desa), diurutkan dari yang paling tinggi:

  1. Kutai Timur – 13.358 rumah
  2. Kota Samarinda – 10.448 rumah
  3. Berau – 9.903 rumah
  4. Kutai Barat – 4.972 rumah
  5. Kota Bontang – 2.491 rumah
  6. Kutai Kartanegara – 2.271 rumah
  7. Penajam Paser Utara – 1.263 rumah
  8. Mahakam Ulu – 355 rumah
  9. Paser – 292 rumah
  10. Kota Balikpapan – tidak tercatat / nihil. (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.