TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Antrean panjang BBM masih terlihat di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya hingga Sabtu (9/5/2026), meski PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Tengah telah menyampaikan akan melakukan penambahan stok BBM.
Di sejumlah titik, antrean kendaraan roda dua dan roda empat masih mengular hingga ke badan jalan.
Sejak pagi hari, warga tampak rela menunggu selama berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.
Tidak hanya di SPBU, BBM eceran juga dilaporkan masih sulit ditemukan.
Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat tidak memiliki pilihan selain ikut mengantre.
Baca Selengkapnya
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Palangka Raya tidak hanya menyita waktu masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap pendapatan para pengemudi ojek online (ojol), yang menggantungkan penghasilan harian dari kendaraan mereka.
Rudi (21), seorang pengemudi ojek online sekaligus mahasiswa, mengaku kesulitan mendapatkan BBM membuat aktivitasnya sebagai driver sampingan ikut terganggu.
“Yang pastinya kami sedang mengalami kesulitan mendapatkan minyak. Apalagi di SPBU harus antre, sementara di eceran banyak yang memarkup harga. Jadinya tidak sebanding dengan apa yang saya dapatkan selama ojol,” kata kepada Tribunkalteng.com, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Rudi, tarif sekali order rata-rata hanya berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000.
Kondisi ini membuat ia memilih mengurangi aktivitas menarik penumpang dalam sekitar satu minggu terakhir.
Baca Selengkapnya
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Merespons antrean panjang BBM di Palangka Raya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan seluruh SPBU di kota tersebut dioperasikan selama 24 jam.
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi antrean panjang dan tingginya permintaan BBM yang terjadi di Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung kondisi di lapangan dan mengumpulkan seluruh pengelola SPBU di Kota Palangka Raya.
Baca juga: Kelangkaan BBM di Kalteng, Pengamat Soroti Dampak Konflik Global hingga Dugaan Penimbunan
Baca Selengkapnya
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Di tengah upaya mengurai antrean panjang BBM dan sorotan terkait distribusi pasokan di Palangka Raya, PT Pertamina Patra Niaga buka suara mengenai mekanisme penetapan kuota BBM untuk setiap SPBU.
Pertamina menegaskan bahwa penambahan maupun penyesuaian kuota BBM tidak dapat dilakukan secara sepihak karena seluruh alokasi ditetapkan langsung oleh pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun menjelaskan, Pertamina hanya menjalankan distribusi sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca juga: Polresta Palangka Raya Siagakan Personel di SPBU dan Jalur Perbatasan
Baca Selengkapnya