Berita Populer Kalteng: Pertamina Sebut Kuota BBM Ditentukan BPH Migas, Antrean Masih Panjang
Haryanto May 10, 2026 10:19 AM

Meski Stok Ditambah, Antrean BBM di Palangka Raya Masih Panjang, Pelajar dan Guru Ikut Mengeluh



 

PANTAUAN - Antrean panjang BBM masih terlihat di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya hingga Sabtu (9/5/2026), meski PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Tengah telah menyampaikan akan melakukan penambahan stok BBM.(Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Antrean panjang BBM masih terlihat di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya hingga Sabtu (9/5/2026), meski PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Tengah telah menyampaikan akan melakukan penambahan stok BBM.

Di sejumlah titik, antrean kendaraan roda dua dan roda empat masih mengular hingga ke badan jalan. 

Sejak pagi hari, warga tampak rela menunggu selama berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya di SPBU, BBM eceran juga dilaporkan masih sulit ditemukan. 

Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat tidak memiliki pilihan selain ikut mengantre.


Baca Selengkapnya



Antrean BBM di Palangka Raya Pendapatan Ojol Turun, Order Dikurangi Sebab Tak Sesuai Penghasilan



 

PANTAUAN - Antrean panjang BBM masih terlihat di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya hingga Sabtu (9/5/2026), meski PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Tengah telah menyampaikan akan melakukan penambahan stok BBM.
PANTAUAN - Antrean panjang BBM masih terlihat di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya hingga Sabtu (9/5/2026), meski PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Tengah telah menyampaikan akan melakukan penambahan stok BBM.(Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Palangka Raya tidak hanya menyita waktu masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap pendapatan para pengemudi ojek online (ojol), yang menggantungkan penghasilan harian dari kendaraan mereka.

Rudi (21), seorang pengemudi ojek online sekaligus mahasiswa, mengaku kesulitan mendapatkan BBM membuat aktivitasnya sebagai driver sampingan ikut terganggu.

“Yang pastinya kami sedang mengalami kesulitan mendapatkan minyak. Apalagi di SPBU harus antre, sementara di eceran banyak yang memarkup harga. Jadinya tidak sebanding dengan apa yang saya dapatkan selama ojol,” kata kepada Tribunkalteng.com, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Rudi, tarif sekali order rata-rata hanya berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000. 

Kondisi ini membuat ia memilih mengurangi aktivitas menarik penumpang dalam sekitar satu minggu terakhir.


Baca Selengkapnya



Urai Antrean BBM di Palangka Raya, Pertamina Operasikan SPBU 24 Jam dan Tambah Armada Tangki



 

> style="width: 100%;border-radius: 0.5rem;padding: 0;" loading="lazy">
MENGANTRE - Warga Palangka Raya mengantre BBM selama berjam-jam, Selasa (5/6/2026). Anggota DPR RI Dapil Kalteng, Sigt K Yunianto meminta masyarakat bersabar menunggu Pertamina menyelesaikan masalah antrean.WAWANCARA - Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani saat ditemui di Kantor Pertamina Kalteng, Palangka Raya, Sabtu (9/5/2026).(Tribunkalteng.com/Ahmad SupriandiTribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

 

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Merespons antrean panjang BBM di Palangka Raya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan seluruh SPBU di kota tersebut dioperasikan selama 24 jam.

Langkah ini dilakukan untuk mengatasi antrean panjang dan tingginya permintaan BBM yang terjadi di Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung kondisi di lapangan dan mengumpulkan seluruh pengelola SPBU di Kota Palangka Raya.

Baca juga: Kelangkaan BBM di Kalteng, Pengamat Soroti Dampak Konflik Global hingga Dugaan Penimbunan


Baca Selengkapnya



Antrean BBM di Kalteng, Pertamina Sebut Kuota Ditentukan BPH Migas



 

> style="width: 100%;border-radius: 0.5rem;padding: 0;" loading="lazy">
WAWANCARA - Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani saat ditemui di Kantor Pertamina Kalteng, Palangka Raya, Sabtu (9/5/2026).PANTAUAN - Antrean panjang BBM masih terlihat di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya hingga Sabtu (9/5/2026), meski PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Tengah telah menyampaikan akan melakukan penambahan stok BBM.(Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal ZulkarnainTribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

 

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Di tengah upaya mengurai antrean panjang BBM dan sorotan terkait distribusi pasokan di Palangka Raya, PT Pertamina Patra Niaga buka suara mengenai mekanisme penetapan kuota BBM untuk setiap SPBU.

Pertamina menegaskan bahwa penambahan maupun penyesuaian kuota BBM tidak dapat dilakukan secara sepihak karena seluruh alokasi ditetapkan langsung oleh pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun menjelaskan, Pertamina hanya menjalankan distribusi sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Polresta Palangka Raya Siagakan Personel di SPBU dan Jalur Perbatasan


Baca Selengkapnya



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.