Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG -Warga di RT 24 Kelurahan Liliba, Kota Kupang digegerkan dengan penemuan jenazah perempuan di sekitar kali yang berada di daerah itu, Sabtu (9/5/2026).
Jenazah itu diketahui bernama, FK (26). Korban merupakan warga Kelurahan Liliba. Selama ini dia bekerja di laundry.
Ayah korban, Jafet Kikhau mengaku ia mendapat kabar sekitar satu jam pasca kejadian. Padahal ia sendiri mengetahui adanya penemuan jenazah di tempat kejadian perkara. Area kejadian itu merupakan jalur yang kerap dilewati Jafet ke tempat kerja.
"Tadi pagi saya lewat itu orang ada rame di situ. Saya juga lewat saja ke tempat kerja. Pikir mereka masih tidur. Pikir di rumah, pikir orang lain. Baru orang pergi panggil," katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Liliba Dihebohkan dengan Temuan Jenazah Perempuan di Bawah Jembatan
Mendapat kabar itu, Jafet langsung bergegas ke RS Bhayangkara Kupang. Jenazah FK telah dibawa aparat Kepolisian ke instalasi pemulasaraan jenazah RS Bhayangkara.
Jafet dan keluarga lainnya ketika ditemui di RS Bhayangkara Kupang mengaku tidak ada firasat sebelum kejadian. Ia hanya mengetahui anaknya sosok yang pendiam.
"Pikiran apa, tidak cerita di bapak. Tidak ada firasat apa-apa," katanya.
Meski sudah ada di RS Bhayangkara, Jafet tidak berani melihat kondisi anaknya. Ia hanya berada di luar menunggu bersama keluarga lainnya. Di dalam, ada istri dan petugas inafis dari Kepolisian.
Baca juga: Jenazah Perempuan di Kali Liliba Ternyata Tulang Punggung Keluarga untuk Dua Anaknya
Jafet bercerita, FK selama ini tinggal terpisah dari suaminya lantaran belum ada urusan lebih lanjut mengenai hubungan itu. Meski begitu, FK dan suaminya itu dikaruniai dua orang anak laki-laki yang berumur kurang dari lima tahun.
"Selama ini kami tinggal sama-sama. Kami ada empat anak, korban anak pertama. Sehat-sehat saja, tiap hari ada aktivitas saja. Tidak ada rasa, kita juga kaget tiba-tiba," ucap Jafet.
Suatu waktu, FK pernah meminta agar mulai hidup bersama suaminya dengan tinggal di kos. Permintaan itu tidak disetujui Jafet karena urusan yang belum tuntas.
Dia mengatakan, semua keluarga sepakat untuk menerima kejadian pilu itu. Saat ini, keluarga sedang mengurus jenazah untuk dibawa ke rumah duka di Kelurahan Liliba. Rencananya, FK akan dikuburkan pada pekan depan, menunggu keluarga dari Timor Tengah Selatan (TTS) tiba di Kupang. (fan)