Setelah Masalah Sengketa Rumah, Rachel Vennya Berharap Okin Beri Nafkah Anak yang Sempat Mandek
Tiara Shelavie May 10, 2026 12:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Nama selebgram Rachel Vennya kembali viral setelah terlibat konflik dengan mantan suaminya, musisi Niko Al Hakim alias Okin.

Rachel Vennya dan Okin resmi menikah pada tahun 2017 dan telah dikaruniai oleh dua orang anak.

Sayangnya, rumah tangga keduanya berakhir dengan perceraian di tahun 2021 lalu.

Setelah resmi bercerai, Rachel dan Okin pun kembali terlibat perseteruan terkait dengan sengketa rumah.

Permasalahan itu berawal dari kesepakatan harta gana-gini pasca perceraian, di mana rumah mereka yang berlokasi di Cipete, Jakarta Selatan yang direnovasi Rachel senilai Rp3 hingga Rp4 miliar seharusnya diperuntukkan bagi anak-anak mereka.

Sebelum menjadi objek sengketa, rumah tersebut pun kabarnya ditempati oleh adik-adik sang selebgram.

Namun, Okin berencana menjual rumah tersebut karena masalah cicilan KPR dan perselisihan hak kepemilikan, sehingga Rachel harus mencari kontrakan mendadak untuk adik-adiknya.

Belum lama ini, kuasa hukum Rachel Vennya, Sangun Ragahdo membeberkan soal kasus sengketa rumah yang melibatkan kliennya.

"Permasalahan ini kami selesaikan, selesai dalam tanda kutip ya, kami selesaikan terkait dengan kewajiban Niko yang belum ditunaikan selama beberapa tahun terakhir," ujarnya dikutip dari YouTube Grid.ID, Minggu (10/5/2026).

Di momen itu pihak selebgram kelahiran Jakarta, 23 September 1995 ini berharap Okin bisa menunaikan kewajibannya terkait dengan nafkah anak.

"Jadi untuk ke depannya harapan kami tetap ditunaikan lah ya, apalagi masalah KPR kan udah nggak ada lagi, sudah tidak ada kewajiban membayar Rp50 juta per bulan, jadi bisa lah dialokasikan untuk anak-anaknya," sambung ayah satu anak ini.

Baca juga: Rachel Vennya Hadapi Sengketa Rumah dengan Okin, Erika Carlina Tawarkan Tempat Tinggal 

Dalam kesempatan itu terungkap Niko terakhir memberikan nafkah untuk kedua anaknya di tahun 2023 lalu.

"Itu sebagaimana telah saya sampaikan ya, di tahun 2022 apa 2023 ya saya lupa, selama ini murni Rachel sendiri pribadi," bebernya.

Ditegaskan oleh sang kuasa hukum, Rachel Vennya tidak peduli dengan rumah yang sebelumnya menjadi sengketa bersama Okin.

Rachel Vennya ceritakan soal pengalaman perdana syuting film horor di 'Hutang Nyawa', ditemui di XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan, Senin (9/12/2024).
Rachel Vennya ceritakan soal pengalaman perdana syuting film horor di 'Hutang Nyawa', ditemui di XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan, Senin (9/12/2024). (Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

Kini selebgram 30 tahun itu hanya berfokus memikirkan hak anak-anaknya.

"Itu yang tadi saya sampaikan, Rachel saking hanya memikirkan anak, dia nggak peduli rumah itu mau dijual harganya berapa, mau dijual Rp10 miliar, atau Rp100 miliar sekali pun, yang penting nanti nilai yang dikasih ke Rachel itu sesuai dengan kewajibannya saudara Niko."

"Segitunya lho dia, Rachel sangat berhati besar dan ingin menjaga wibawa saudara Niko selaku ayah dari anak-anaknya," tukasnya.

Klarifiksai Okin soal Kisruh Penjualan Rumah

Okin akhirnya buka suara terkait tudingan menjual rumah tanpa izin yang sebelumnya disampaikan Rachel Vennya.

Isu ini mencuat setelah Rachel mengungkapkan kekecewaannya melalui Instagram pribadinya pada Kamis (2/4/2026) lalu.

Rumah yang dipermasalahkan disebut-sebut sebagai bagian dari pemenuhan nafkah untuk kedua anak mereka setelah bercerai pada 16 Februari 2021.

Namun, mantan menantu Vien Tasman ini menilai ada kesalahpahaman dalam narasi yang berkembang di publik.

Menanggapi polemik tersebut, Okin menyampaikan klarifikasinya melalui unggahan di Instagramnya @okinpth.  

“Rumah itu dibeli di momen sebelum anak pertama gue lahir dengan harapan rumah tersebut menjadi awal baik bagi keluarga kecil gue, dan anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik didalam rumah itu. Tidak ada sedikitpun terlintas akan terjadi perpisahan," ujar Okin, dikutip Tribunnews, Minggu (5/4/2026). 

Ia kemudian mengurai proses panjang yang terjadi setelah perceraian, termasuk soal pembagian harta dan komunikasi yang dinilai tidak berjalan mulus.

“Didalam perpisahan tersebut, mengharuskan kami melewati banyak proses diantaranya permintaan uang mut’ah & pembagian harta. Namun disaat gue menanyakan mengenai penukaran aset, yaitu rumah dan tanah bali, ybs memberikan statement yang tidak sesuai dengan omonganya awalnya," lanjut Okin.

Basis band OKAAY ini juga mengaku sempat merasa kecewa atas respons yang diterimanya saat membahas hal tersebut.

“Walau awalnya gue belum mau menerima tanah tsb, tapi ada sedikit kekecewaan di diri gue terhadap respon ybs ketika gue kembali menanyakan perihal ini,” akunya.

Okin menegaskan dalam pembagian harta pada 2021, rumah tersebut diputuskan menjadi bagiannya.

“2021: dalam pembagian harta tsb, ybs memutuskan rumah tersebut menjadi bagian gue," tambahnya lagi.

Terkait kewajiban yang sempat tertunda, Okin mengakui adanya kelalaian pada 2023. Ia menjelaskan hal itu dipicu oleh kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan.

“2023: terdapat kelalaian dari gue dalam membayarkan kewajiban, karna disaat itu gue sedang menghadapi case dalam bisnis yang sempat membuat gue burned out, sehingga muncullah perhitungan dari ybs sejumlah nominal dan penawaran dibawah," urai pria 32 tahun ini.

Lebih lanjut, pria lulusan London School of Public Relations ini mengungkapkan persoalan komunikasi yang memburuk, terutama saat muncul peringatan dari pihak bank.

“Karena ada peringatan mengenai pelabelan dari pihak bank dan posisinya rumah itu sudah ditempati oleh keluarga ybs, disinilah titik komunikasi mulai tidak baik. Dimana puncak permasalahan mengenai rumah ini menjadi kemana2. Hal seperti ini yang sebetulnya gue hindari, itu salah satu alasan gue pernah menawarkan untuk mengganti nama," jelas Okin. 

Ia juga menyinggung adanya kesalahpahaman terkait pembayaran KPR di awal 2026.

“Di awal tahun 2026, ada kesalahpahaman dalam pembayaran rumah tersebut antara gue dan bank, yang mana gue merasa sudah melakukan pembayaran setiap bulannya. Namun pihak bank mengatakan ada miss yang membuat pihak bank ingin melabeli rumah tersebut,” terangnya. 

Menurut Okin, keputusan menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.

“Karena semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, gue memutuskan untuk menjual rumah tsb karna gue merasa banyak timbulnya perselisihan. Dari awal gue sudah menawarkan untuk membalik nama, namun tidak pernah terjadi. Harapan gue, hanya ingin menjalankan hubungan baik demi keberlangsungan hidup anak2 tanpa ada sangkut paut mengenai harta benda. Setelah pembahasan mengenai penjualan rumah, pada hari Selasa kami sudah menemukan titik tengah mengenai rumah tsb," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Gabriella/Indah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.