BANJARMASINPOST.CO.ID – Diduga tak tahan permasalahan rumah tangga, seorang ibu muda di Mamuju, Sulawesi Barat nekat minum racun.
Parahnya lagi, korban menenggak racun bukan seorang diri melainkan bersama 3 orang anaknya pada, Sabtu (9/5/2026) pagi.
Perempuan 26 tahun ini merasa tak kuasa dengan permasalahan keluarga dihadapinya.
Terutama tingkah laku suami yang berubah terhadap dirinya dan juga anak-anaknya.
Baca juga: Ketua DPRD Viral Kendarai Motor Gede Tanpa Helm di Jalan Raya, Dirlantas Polda: Kami Masih Cek
Baca juga: Aneka Resep Berbahan Daging Sapi atau Kambing, Cocok Diolah Sambut Idul Adha 2026
Ia sebelumnya tinggal bersama suaminya di Kecamatan Ulumanda.
Namun dua hari sebelum kejadian, tepatnya Kamis (7/5/2026), korban diantar pulang ke rumah orang tuanya di Mamuju bersama ketiga anaknya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan rumah tangga.
Kepada keluarganya, korban sempat mencurahkan isi hati terkait perubahan sikap suaminya.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengatakan korban merasa kecewa karena suaminya dinilai lebih banyak mengurus ayam peliharaan pada siang hari dan sering keluar rumah pada malam hari.
Korban juga mengaku sempat melihat suaminya membonceng perempuan lain.
Selain itu, korban sempat menegur suaminya karena memukul anak pertama mereka, namun teguran tersebut disebut tidak diterima dengan baik.
“Pada Kamis, 7 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 WITA, setelah suami korban kembali ke Ulumanda usai mengantar istri dan anak-anaknya, korban sempat curhat kepada ayahnya mengenai kondisi rumah tangganya,” ujar Herman Basir.
Sebelum kejadian, korban sempat meminta izin keluar rumah sekitar pukul 07.30 WITA untuk membeli popok dan meminta ibunya menjaga ketiga anaknya.
Sekitar pukul 08.00 WITA, korban kembali ke rumah.
Orang tuanya tidak menaruh curiga dan kemudian pergi ke kebun.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalsel, Senin 11 Mei 2026, Banjarbaru Cerah, HSS, HST, Tanbu, Kotabaru Hujan Petir
Peristiwa itu baru diketahui sekitar pukul 09.00 WITA saat nenek korban, Tabeleng, masuk ke kamar.
Ia mendapati korban dalam kondisi terlentang dengan mulut mengeluarkan busa.
Pada saat yang sama, ketiga anak korban juga terlihat muntah-muntah.
Korban sempat mengatakan kepada neneknya bahwa ia telah meminum racun dan meminta agar suaminya tidak disalahkan.
Warga yang mendengar teriakan nenek korban langsung berdatangan dan membantu membawa korban bersama tiga anaknya ke rumah sakit.
Pihak keluarga menyebut suami korban telah berada di rumah sakit dan meminta agar korban serta anak-anaknya dirujuk ke Makassar untuk penanganan lebih lanjut.
“Sudah kami diskusikan, suami korban meminta semuanya dirujuk ke Makassar untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh para korban,” ujar paman korban, Sumardi.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif dan penyebab pasti peristiwa tersebut.
Baca juga: Nasib 2 Siswa Panti Asuhan Diminta Pindah Sekolah Gegara Nunggak Bayar Seragam, Kepsek: Sedang Emosi
Sebanyak tiga orang sekeluarga ditemukan meninggal di dalam rumah di Jalan Warakas VIII Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (2/1/2026).
Ketiga orang ini masih satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan dua anak.
Ibu tersebut, memiliki empat orang anak, tiga di antaranya meninggal dan satu orang ditemukan dalam kondisi kritis di rumah. Sedangkan satu anak lagi sedang bekerja saat kejadian.
Awalnya, warga curiga lantaran kondisi rumah sepi.
Saat rumah kontrakan dibuka, warga menemukan tiga orang meninggal dan satu orang kritis sehingga langsung dilarikan ke RSUD Koja.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan botol air mineral kemasan, bungkus makanan yang telah habis, hingga barang pribadi milik korban.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ipda Maryati Jonggi, menerangkan penyebab kematian korban masih diselidiki dengan memeriksa barang-barang di TKP.
Pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya pembunuhan.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Seno Adji Pradana, menerangkan jenazah ditemukan dalam kondisi mengeluarkan busa dari mulut.
“Dari pemeriksaan awal dari kasat mata, keluar busa dari mayat tersebut,” ungkapnya, dikutip dari TribunJakarta.com.
Dua jenazah berjenis kelamin perempuan dan satu laki-laki.
Identitasnya yakni Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Jabrar Jamaludin (13).
Sementara yang kritis bernama Abdullah Syauqi Jamaludin (22).
"Ada yang di masing-masing (ditemukan) di kamar dan di ruang tamu," lanjutnya.
Jenazah dibawa ke RS Polri untuk proses autopsi.
Iptu Seno Adji mengatakan, sampel sejumlah barang yang ditemukan di rumah diambil.
“Dapat kami sampaikan bahwa dari teman-teman Mabes Polri, yakni Puslabfor, sudah datang untuk melakukan pengambilan sampel terhadap benda-benda yang ada di TKP yang sekiranya diperlukan untuk pengecekan lebih lanjut,” tuturnya.
Terkait temuan botol air mineral, ia belum dapat menyimpulkan korban meninggal karena keracunan.
“Itu hanya benda (botol) yang berada di sekitar korban, jadi kita amankan,” terangnya.
Pemeriksaan saksi belum dilakukan dan hanya interogasi awal.
“Masih belum bisa kita simpulkan terkait itu (penyebab kematian), masih dalam pemeriksaan medis lebih lanjut,” pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Surya.co.id/Tribun sulbar)