Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Penyakit Hantavirus dilaporkan telah ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta mengendalikan keberadaan tikus di sekitar tempat tinggal.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Trisnawarman, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran Hantavirus yang telah ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Ia menjelaskan, gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, nyeri otot, lemas, sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan pada kasus berat.
Berdasarkan laporan surveilans Kementerian Kesehatan RI hingga minggu ke-16 tahun 2026, kasus positif Hantavirus telah ditemukan di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur.
"Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan konfirmasi kasus positif Hantavirus di Sumatera Selatan," katanya.
Baca juga: Kasusnya Belum Ditemukan di Indonesia, Kenali Gejala Awal Infeksi Virus Nipah: Demam hingga Kejang
Baca juga: RSUD Kayuagung Siapkan 11 Tempat Tidur Isolasi Untuk Antisipasi Temuan Kasus Virus Influenza A
Namun Dinas Kesehatan Sumsel menegaskan bahwa kewaspadaan dan deteksi dini tetap perlu diperkuat melalui surveilans penyakit serta edukasi kepada masyarakat agar potensi penularan dapat dicegah sejak awal.
Dinkes Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, menyimpan makanan dengan baik, serta menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang banyak terdapat kotoran tikus.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik terkait informasi Hantavirus. Saat ini situasi masih terkendali dan pemerintah bersama dinas kesehatan terus melakukan pemantauan serta penguatan surveilans di daerah,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat cukup meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengendalikan keberadaan tikus di lingkungan sekitar.
“Jika mengalami keluhan seperti demam, nyeri badan, atau gangguan pernapasan setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com