Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
WARTAKOTALIVE.COM, SLEMAN - PSSI hingga kini belum mencabut kebijakan larangan kehadiran suporter tim tamu (away) pada kompetisi sepakbola di Indonesia.
Insiden kericuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe, Jayapura pun bakal jadi salah satu pertimbangan federasi sebelum mengambil keputusan terkait pembukaan kembali akses suporter away.
Meski kericuhan di Jayapura bukan terjadi karena adanya suporter away, namun kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap wacana kembali diperbolehkan suporter away.
Terlebih sepakbola Indonesia masih dipantau oleh FIFA usai tragedi Kanjuruhan yang 2022 silam.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa hingga saat ini aturan larangan suporter away masih tetap berlaku.
Federasi masih menunggu laporan evaluasi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) atau I-League terkait pelaksanaan kompetisi musim ini.
“Yang jelas sampai saat ini PSSI belum mencabut larangan tersebut. Kita meminta kepada PT LIB (I-League) untuk segera menyampaikan laporan tentang bagaimana perkembangan penyelenggaraan I-League dan Championship dari awal sampai akhir,” ujar Yunus Nusi di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Yunus Nusi, keputusan membuka kembali kehadiran suporter tandang akan ditentukan setelah PSSI menerima laporan lengkap dari operator kompetisi.
Nantinya, laporan tersebut akan dikaji bersama Ketua Umum PSSI dan jajaran Komite Eksekutif (Exco).
“Kita lihat perkembangannya seperti apa. LIB juga akan menyampaikan laporan kepada PSSI dan tentu Ketua Umum serta Eksekutif Komite akan mengkaji apakah layak atau tidak dibuka kembali sistem home dan away untuk suporter,” jelasnya.
Selain evaluasi internal, PSSI juga akan melaporkan perkembangan penyelenggaraan kompetisi, termasuk sejumlah insiden yang terjadi, kepada FIFA.
Yunus mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada tanggapan dari FIFA terkait insiden yang terjadi di Jayapura saat pertandingan Persipura.
Namun, laporan resmi tetap akan disampaikan setelah kompetisi Championship selesai.
“Belum ada tanggapan dari FIFA. Setelah Championship selesai, PT LIB akan menyampaikan laporan dan PSSI juga akan melaporkan kepada FIFA perkembangan dari A sampai Z, termasuk kejadian terakhir di Jayapura, Persipura,” kata Yunus.
Seperti diketahui, wacana pembukaan kembali kehadiran suporter tim tamu pada musim depan terus menjadi pembahasan di sepakbola Indonesia.
Namun, sejumlah insiden keamanan yang masih terjadi membuat PSSI memilih berhati-hati sebelum mengambil keputusan final.