TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kehadiran Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menjadi sorotan utama dalam festival musik pelajar Distoria 2026 yang digelar di GOR Samapta Magelang, Sabtu (9/5/2026).
Festival yang mengusung semangat seni, kreativitas, dan pengembangan karakter generasi muda itu terselenggara melalui kolaborasi SMA Negeri 1 Magelang bersama IKASMANSATAMA dan SBY Art Community.
Kepala SMA Negeri 1 Magelang, Aisjah, mengatakan Distoria 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi musik, tetapi juga ruang untuk membangun integritas dan karakter pelajar melalui karya seni.
“Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga upaya memupuk integritas melalui karya seni. Kami ingin anak-anak muda memiliki ruang untuk berkarya, berkolaborasi, dan membangun karakter positif,” ujarnya.
Untuk peserta sendiri, lanjut Aisjah, Sebanyak 20 grup band pelajar dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY turut ambil bagian dalam festival tersebut. Peserta berasal dari Magelang, Wonosobo, Kebumen, Semarang, Sukoharjo, Muntilan hingga Sragen.
Aisjah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Magelang serta perhatian besar SBY terhadap pengembangan seni generasi muda. Dukungan tersebut diwujudkan melalui total hadiah kompetisi sebesar Rp46,5 juta.
Dalam kesempatan itu, SBY turut membagikan pengalaman masa mudanya yang aktif bermain musik. Menurutnya, kecintaan terhadap seni dapat berjalan beriringan dengan pendidikan selama dijalani dengan disiplin.
“Saya dulu juga aktif bermain musik, tetapi pendidikan tetap menjadi prioritas. Kuncinya adalah keseimbangan dan disiplin,” kata SBY di hadapan para peserta.
SBY juga mendorong para orang tua untuk mendukung minat dan bakat anak-anak mereka, baik di bidang musik maupun olahraga. Ia menilai seni memiliki kekuatan untuk membangun kedamaian, persaudaraan, dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
Sementara itu, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyebut Distoria 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat keterkaitan antara musik, seni, budaya, dan kepemimpinan.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak memiliki wadah untuk mengekspresikan diri secara positif melalui seni dan budaya. Seorang pemimpin juga perlu memahami seni dan budaya agar memiliki kepekaan sosial dan rasa kemanusiaan yang kuat,” ujarnya.
Damar berharap Distoria dapat terus berkembang menjadi ruang kreatif yang melahirkan generasi muda berkarakter, inovatif, dan mampu menjaga persatuan melalui seni dan budaya.
Pada kesempatan yang sama, SMA Negeri 1 Magelang juga memamerkan program Gerakan Literasi Terpadu (GESIT) yang mengintegrasikan berbagai aspek pendidikan untuk membangun generasi berkarakter dan berpengetahuan luas.