TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 227 jemaah haji khusus dari Hasuna Tour & Travel resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Jumat (8/5/26) pagi.
Prosesi pelepasan ratusan tamu Allah tersebut, dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, melalui prosesi flag off.
Para jemaah yang terbagi dalam lima rombongan dengan dominasi lanjut usia (lansia) ini dijadwalkan terbang via Jakarta menuju Jeddah pada malam harinya.
Oleh sebab itu, Owner Hasuna Tour & Travel, Noor Liesnani Pamella, mengungkapkan, bahwa pihaknya memberikan perhatian ekstra pada musim haji kali ini.
"Hasuna Tour memiliki keunggulan Haji Ramah Lansia. Kami berkomitmen memberikan pelayanan agar jemaah, terutama yang sepuh, bisa beribadah dengan nyaman dan khusyuk," ujarnya.
Salah satu inovasi layanan yang diusung adalah klasifikasi pendampingan ibadah, di mana pihak travel membagi jemaah ke dalam dua kategori.
Yakni kelompok reguler yang sehat dan kuat secara fisik, serta kelompok 'timik-timik' yang memang memerlukan pendampingan dengan ritme lebih perlahan.
"Bagi jemaah yang 'timik-timik', mereka tidak dibarengkan dengan yang reguler. Kami bagi dua sesi, agar semua bisa terlayani dengan baik, termasuk penyediaan fasilitas kursi roda," ucapnya.
Terkait biaya, Hasuna Tour menekankan prinsip transparansi dengan konsep layanan sapu jagat, sehingga jemaah tak perlu menambah biaya apapun lagi.
Menurutnya, seluruh kebutuhan jemaah mulai dari keberangkatan di Yogyakarta hingga kembali lagi ke rumah sudah termasuk dalam pembayaran di awal.
"Jadi, tidak ada lagi biaya tambahan di tengah jalan. Kecuali untuk urusan personal seperti Dam (denda). Kami utamakan layanan, supaya harga tidak menjadi kendala bagi kekhusyukan ibadah," jelas Pamella.
Di sisi lain, Pembimbing Haji Hasuna Tour, Noor Saif, Ph.D., mengingatkan para jemaah untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang melanda Arab Saudi.
Ia menerangkan, seluruh petugas yang melakukan pendampingan bakal senantiasa mengingatkan jemaah, supaya disiplin menjaga kesehatan fisik.
"Vitamin harus lengkap, dan yang paling utama adalah jangan sampai kurang minum. Di Makkah dan Madinah, air Zamzam berlimpah, itu bisa dimanfaatkan," katanya.
"Jangan takut sering ke kamar mandi, karena di sana cuaca kering. Petugas dan sesama jemaah saling mengingatkan untuk rutin minum agar tidak jatuh sakit," pungkas Noor Saif.