Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Persib Bandung hanya sedikit memberi angin segar kepada tim rival, Persija Jakarta dalam laga derby pada Super League Indoensia 2025/2026, di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026).
Hal tersebut lantaran Persija lebih dulu unggul dengan gol yang dicetak, Alaeddine Ajaraie, dan dibalas dengan dua gol yang dicetak oleh Adam Alis. Alhasil laga tersebut berakhir dengan skor 1-2, kemenangan untuk Persib.
Sejak awal Laga Persija melakukan pressing ketat, bahkan pressing dilakukan sejak lini pertahanan Persib. Awalnya Persib terlihat sulit mengembangkan permainan, Persija lebih mendominasi penguasaan bola.
Saat bola lepas, mereka langsung melakukan pressing ketat, sehingga bola cepat lepas dari penguasaan para pemain Persib.
Walau demikian saling serang terjadi di laga klasik ini, namun, saat Persija melakukan serangan di menit 19 tak terbendung oleh para pemain Persib, sehingga terjadi gol.
Saat itu, Ajaraie, yang menggiring bola berhasil menekuk pemain bertahan Persib, Kakang Rudianto dan Patricio Matricardi, dan ia langsung melepaskan tembakan. Sayang Teja Pakai Alam pun tak bisa menahannya, alhasil skor menjadi 1-0.
Setelah tertinggal gol Persib terus berbenah mulai menemukan ritme untuk menyerang, beberapa kali serangan dilakukan untuk menyamakan kedudukan.
Baca juga: Jangan ke Jatinangor! Lagi Macet oleh Konvoi Bobotoh Sumedang, Lagi Rayakan Persib Libas Persija
Baca juga: Bobotoh Sumedang: Kita Tahu Mana yang Naga Sekarang Ini
Saat Persib menyerang bola yang disapu oleh pemain bertahan Persija dapat di blok oleh Adam Alis, setelah itu, ia kembali berhasil mencuri bola dan melepaskan tembakan.
Penjaga gawang Persija, Carlos Eduardo, tak bisa menahannya dan bola bersarang di gawang ya pada menit ke 28. Sehingga membuat skor menjadi 1-1.
Saat skor kembali imbang, Persija yang main dihadapan pendukungnya terus menerus mencoba membongkar pertahanan Persib. Namun Federico Barba dan kawan-kawan tetap kokoh menjaga pertahanan Persib.
Saat berusaha membongkar pertahanan Persib, justru Persija kembali kebobolan, lagi-lagi Adam Alis yang menjebol gawang Edoardo.
Gol yang dicetak Adam Alis, berawal dari umpan terobosan yang dilakukan Thom Haye, Adam yang mengejar bola lolos dari perangkap offside, ia langsung berhadapan dengan Eduardo dan tembakannya tak terbendung. Sehingga di menit 37 skor kembali berubah menjadi 1-2.
Setelah keadaan berbalik, Persija tak mau kalah terus menerus melakukan percobaan tapi barisan pertahanan Persib mampu memutus serangan demi serangan. Hingga berakhir babak pertama skor tetap 1-2.
Di babak dua Persija ngotot kembali terus menyerang tapi barisan pertahanan Persib kokos sulit ditembus. Saat pertahanan ditembus, masih ada Teja Paku Alam yang mampu menahan bola.
Di menit 62, Persib mempertebal pertahan dengan menggantikan Kakang Rudianto dan Luciano Guaycochea oleh Eliano Reijnders dan Layfin Kurzawa.
Sedangkan di menit 75 Persib melakukan penyegaran di lini depan, dengan menarik Andrew Jung dan Thom Haye yang digantikan oleh Sergio Castel dan Beckham Putra Nugraha.
Sayang Kurzawa yang masuk di menit 62 harus kembali ditarik karena mengalami cedera hamstring dan digantikan oleh Dedi Kusnandar.
Saat itu ambisi Persija untuk menyamakan kedudukan belum padam, mereka mencoba dari berbagai lini membongkar pertahanan Persib. Tapi tetap saja terpatahkan.
Memang mereka sempat beberapakali mendapat peluang, tapi Teja, berhasil melakukan penyelamatan gemilang. Seperti di menit 82 Teja berhasil menepis bola sepakan keras dari Ajaraie.
Meski terdapat tambahan waktu 4 menit, Persija tak bisa menyamakan kedudukan, alhasil Tim Maung Bandung mampu menundukkan Macan Kemayoran, yang berlaga dihadapan pendukungnya dengan skor 1-2.
Dengan hasil ini, Persib mampu memperpanjang tren positifnya saat menghadapi tim rival setelah tiga tahun tanpa kekalahan.
Tentunya dengan hasil ini Persib tetap kokoh di puncak klasemen dengan poin 75, membuka asa untuk kembali meraih gelar juara dan mencetak hattrick karena menyisakan dua laga lagi. Tandang ke markas PSM Makassar dan menjamu Persijap Jepara.
Selain mengalahkan Persija, dengan hasil ini juga Persib mengubur mimpi Persija untuk ikut berebut gelar juara pada Super Leageue. Sebab kini Persija yang berada di posisi ketiga hanya memiliki poin 65 dengan menyisakan dua laga, sehingga tak akan bisa mengejar ketertinggalannya.
Persib kini hanya bersaing dengan Borneo FC yang memiliki poin 72, namun memiliki tiga sisa laga, jika saja Borneo nanti bisa mengalahkan Bali United maka akan kembali sama memilki 75 poin.
Jika Persib terus memenangkan sisa laga dan Borneo juga menyapu bersih sisa laga. Meski poin sama memilki 81, tapi Persib yang dipastikan meraih gelar juara karena menang dalam head to head.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengaku, sudah mengatakan sebelumnya, bahwa ini tidak akan menjadi pertandingan yang indah.
"Ini akan menjadi laga yang sangat sulit, ini bukan tipe pertandingan yang terbaik untuk dinikmati, tetapi sangat menguras tenaga, kerja keras," ujar Bojan, setelah laga.
Namun kata Bojan, pada akhirnya timnya memenangkan pertandingan melalui Adam (Alis) yang hari ini tampil sangat menginspirasi.
Sebab memang dalam laga tersebut Adam Alis terus berlari seakan tanpa lelang, ikut bertahan dan tentunya turut juga dalam menyerang.
"Kami senang dengan raihan tiga poin ini, dan sekarang fokus ke pertandingan berikutnya," ujar dia.
Saat disinggung Persib tak pernah kalah oleh Persija saat ditangani Bojan Hodak, ia tetap tak jumawa.
"Keberuntungan, hanya keberuntungan," kata Bojan.
Saat disinggung kondisi Kurzawa, menurut Bojan mengalami cedera hamstring.
"Saya rasa (cedera) hamstring, sayangnya dia mulai bermain bagus di beberapa pertandingan terakhir, dia sudah kembali (ke performa terbaik). Tetapi ketika Anda tidak memiliki waktu istirahat, terkadang hal-hal seperti ini terjadi. Saya harap dia tidak akan absen lama, tetapi untuk dua pertandingan berikutnya, saya rasa dia tidak akan bisa tampil," ucapnya.
Dengan demikian di dua laga sisa pada musim ini, Persib dipastikan tanpa diperkuat Kurzawa. Sebab kini hanya memilki sisa dua laga.
Bojan mengakui, kini timnya dua pertandingan lagi, jadi pihaknya harus berhati-hati.
"Setelah itu (hasilnya) hanya bergantung pada diri kami sendiri, bukan orang lain," ucapnya.
Sebab memang kini Persib yang menentukannya, jika bisa sapu bersih dua sisa laga dipastikan jadi juara, tapi jika tidak, bisa saja disalip oleh Borneo FC yang menempel ketat.
Sedangkan pelatih Persija, Mauricio Souza, mengaku, timnya jauh lebih unggul dari lawan, Persib.
"Saya tidak akan menganalisis hasil pertandingan di sini, saya akan menganalisis bagaimana jalannya pertandingan tersebut," kata Souza.
Souza, hasil pertandingan, semua orang bisa melihatnya, timnya mencari kemenangan sejak menit pertama.
"Saya berdasarkan analisis pada statistik pertandingan, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di lapangan," ujar dia.
Souza mengungkapkan, mengenai apa yang terjadi di pertandingan, tidak akan mengubah pendapatnya, tidak peduli siapa pun yang berpikir sebaliknya.
"Tentu saja, memiliki statistik yang lebih baik tidak berarti apa-apa, kami tetap perlu memenangkan pertandingan. Namun, apa yang bisa kami kendalikan dari luar, adalah membuat tim bermain dengan cara seperti hari ini," katanya.
Souza menjelaskan, para pemainnya bersikap di lapangan menjadi tim yang berani, yang bermain dengan bola sepanjang waktu, yang melepaskan 19 tembakan ke gawang.
"Dibandingkan lawan hanya 7 tembakan ke gawang kami. Jadi, tentu saja kami tidak puas dengan hasilnya. Sayangnya, kami tidak cukup kompeten (efektif) untuk memenangkan pertandingan," tuturnya.
Souza mengaku, timnya melakukan kesalahan di saat yang seharusnya tidak boleh ada kesalahan.
'Tapi saya tidak akan keluar dari sini dan mengatakan bahwa tim kami bermain buruk, sama sekali tidak. Tim kita lebih baik dari lawan hari ini," ucapnya. (*)