Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi|Aceh Tenggara
Tribungayo.com, KUTACANE - Ada sebuah kebiasaan yang tak pernah dilakukan korban Sahila Khairunisa yang merupakan korban pembunuhan sadis.
Korban tak pernah mencium wajahnya begitu lama dan berulangkali.
Ciuman di kening dan pipi ini ternyata sebuah firasat sebuah perpisahan dan menjadi ciuman terakhir korban kepada dirinya sebelum berangkat ke Takengon Aceh Tengah.
"Korban berpesan kepada saya, nenek jangan lama-lama pergi ya nek, saya rindu dan sayang sekali sama nenek," ujar Nek Nurizah, warga Aceh Tenggara.
"Lalu, saya jawab, Sahila Khairunisa nenek tidak lama di Takengon, hanya tiga hari sudah pulang ke rumah, padahal saya ke Takengon rencananya seminggu untuk upahan mengutip biji kopi," ungkap sang nenek saat diwawancari Tribungayo.com, Minggu (10/5/2026).
Menurut Nenek, selama di Takengon dia selalu gelisah sehingga memutuskan untuk pulang ke Desa Pintu Khimbe Kecamatan Lawe Alas.
"Namun, dia terkejut ketika sampai di rumahnya Sahila Khairunisa dinyatakan sudah dua hari tidak pulang sejak tanggal 29 April 2026. Ia pun semakin gelisah dan mereka terus mencari keberadaan Sahila Khairunisa ke rumah tetangga yang biasa tempat dia bermain. Namun, tidak ada, bahkan tempat saudara dicari juga tidak ada," ungkapnya.
Akhirnya, Sahila Khairunisa ditemukan Sat Intelkam Polres Agara bersama Polsek Lawe Alas sudah tidak bernyawa di sebuah telaga di perkebunan masyarakat Desa Lawe Sempilang Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara pada tanggal 8 Mei 2026 pagi.
Jasad Sahila Khairunisa ditemukan dengan kondisi mengenaskan dan membuat hati terluka karena pelaku tega menghabisi nyawa cucunya yang tak berdosa itu.
Tangisannya pun meledak tak sanggup menerima cobaan ini, karena selama ini dia selalu bersama korban (cucu dari anak perempuannya) di rumah dan korban selalu membantu dia termasuk menjaga adiknya yang masih kecil menjadi teman dia bermain, karena mamak korban di Batam bekerja dan menantunya (ayah korban) bekerja di Bireuen.
Kini Sahila Khairunisa sudah pergi untuk selama-lamanya.
"Kami cukup kehilangan sekali dan berharap pelaku pembunuh cucunya ditangkap dan dijatuhi hukuman seumur hidup," harapnya dengan mata berkaca-kaca saat menceritakan kepada wartawan Tribungayo.com yang langsung bertemu dengan keluarganya di rumah mereka.(*)
Baca juga: Dibalik Kasus Pembunuhan Sahila Khairunisa, Ayah Korban: Anakku Minta Dibelikan Tas Sekolah
Baca juga: Kasus Pembunuhan Bocah Perempuan di Aceh Tenggara, Keluarga Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku