Cerita Taufik Urung Kejar Penembak Brigadir Arya Gara-gara Ditodong Pistol
Noval Andriansyah May 11, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Langkah Taufik mendadak terhenti saat pistol itu diarahkan tepat ke wajahnya. Padahal beberapa detik sebelumnya, petugas kebersihan itu sempat nekat ingin mengejar pelaku penembakan Brigpol Arya Supena menggunakan sapu yang masih digenggamnya.

Pria yang setiap pagi menyapu di sepanjang Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung itu tak pernah menyangka rutinitasnya berubah menjadi momen paling mencekam dalam hidupnya, Minggu (10/5/2026) pagi.

Di tengah kepanikan usai letusan senjata terdengar, Taufik sempat maju mendekati pelaku. Namun keberaniannya langsung runtuh ketika moncong pistol diarahkan ke wajahnya dari jarak dekat.

“Saya mau gebuk pakai sapu, tapi dia todong pistol ke arah saya, jadi langsung mundur,” ujar Taufik saat diwawancarai dalam program Saksi Kata Tribun Lampung.

Dengan tubuh gemetar dan napas yang masih tersengal, Taufik hanya bisa menyaksikan pelaku kabur menggunakan sepeda motor ke arah Gang Keramat setelah menembak Brigpol Arya Supena dalam aksi pencurian kendaraan bermotor tersebut.

Baca juga: Brigadir Arya Supena Gugur, Tinggalkan Istri dan Dua Anak yang Masih Kecil

Menurut Taufik, pelaku menodongkan senjata api sesaat setelah menembak korban. 

Dalam kondisi panik dan ketakutan, ia hanya bisa menyaksikan pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Gang Keramat.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB ketika Taufik sedang menyapu jalan seperti rutinitas biasanya di sepanjang Jalan ZA Pagar Alam hingga kawasan SPBU MBK.

Ia mengaku mendengar satu kali letusan senjata api sebelum melihat pelaku berlari sambil membawa pistol.

“Pelaku hanya sekali meletupkan senpi ke arah korban,” katanya.

Namun, Taufik mengaku tidak melihat secara jelas proses penembakan karena terhalang tembok rumah kosong di sekitar lokasi kejadian.

Ia hanya melihat korban sudah tergeletak di jalan dalam kondisi masih mengenakan helm.

“Korban terlentang di jalan, sementara pelaku lari sambil mengacungkan pistol,” ujarnya.

Taufik juga melihat pistol sempat terjatuh saat korban dan pelaku bergumul.

Akan tetapi, ia tidak mengetahui senjata tersebut milik siapa karena pandangannya terhalang.

Usai kejadian, lokasi langsung dipadati warga dan pengendara yang berhenti untuk melihat situasi.

Taufik mengaku masih mengalami trauma akibat ditodong pistol oleh pelaku.

Ia memperkirakan terdapat dua pelaku dalam aksi tersebut. Satu pelaku bertubuh kurus bertindak sebagai eksekutor, sedangkan seorang lainnya yang bertubuh lebih gemuk menunggu di atas sepeda motor.

“Wajahnya kurang jelas karena pakai helm. Saya sudah memberikan keterangan sejujurnya kepada polisi,” katanya.

Taufik mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor yang kini dilakukan secara terang-terangan dan disertai senjata api.

“Semoga ini jadi peringatan bagi semua untuk lebih hati-hati, terutama saat beraktivitas pagi hari,” ujarnya.

Kronologis Kejadian

Korban diketahui hendak pulang menuju rumahnya di Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjungkarang Barat.

Namun di tengah perjalanan, Brigpol Arya melihat dua pria mencurigakan di depan toko kue Yussy Akmal.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, korban datang ke lokasi menggunakan sepeda motor Honda Beat Street hitam BG6138ACY.

Saat melintas, ia melihat satu di antara pelaku sedang merusak kunci stang sepeda motor Honda Beat biru putih BE2826NBM milik Nuraini Maya (27), karyawan toko kue tersebut.

Melihat aksi itu, Brigpol Arya langsung menegur para pelaku.

Namun teguran tersebut justru dibalas dengan aksi brutal.

Seorang pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan menembak ke arah korban hingga mengenai bagian kepala.

Setelah penembakan terjadi, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Dalam kepanikan itu, senjata api milik pelaku disebut sempat terjatuh di lokasi.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu kunci letter T, sepeda motor yang hendak dicuri, serta handphone milik korban.

Brigpol Arya sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.