Renungan Malam Kejadian 50:20, Not Random Not Wasted
Alpen Martinus May 11, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Petunjuk kehidupan kita semua tertulis di dalam Alkitab.

Membaca dan merenungkan Firman Tuhan adalah cara kita menemukan petunjuk tersebut.

Berikut renungan harian Kristen berjudul not random not wasted.

Baca juga: Renungan Malam 1 Yohanes 4: 7-21, Menghadirkan Terang di Lorong Senat

Ditulis Herwidya Estherline dalam moment of inspiration.

Firman Tuhan di ambil dalam Kejadian 50:20

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. “

Saya mengenal seseorang yang bergumul hebat di dalam hidupnya.

Ia mengalami tuntunan Allah yang tidak masuk akalnya sebagai manusia.

Ia adalah seorang ibu sekaligus profesional mapan di Bandung bekerja di BUMN dan mengajar di beberapa kampus besar namun harus mengambil keputusan sulit untuk melepaskan semuanya dan memulai dari awal.

Keputusan itu membawanya menjalani jarak sekitar 180 km dari keluarga, pulang hanya dua minggu sekali.

Di tengah rindu dan lelah, ia tetap mempercayai Allah, dan bekerja dengan setia. Benar saja!

Dua tahun setelah itu, terjadi pemutusan hubungan kerja terbesar dalam sejarah industri di Bandung, dengan pengurangan karyawan ±16.000 orang.

Kemudian, ia menyadari: yang terasa seperti langkah mundur, ternyata adalah cara Tuhan menyelamatkannya dan keluarganya lebih dulu.

Begitulah juga Yusuf.

Ia dijual oleh keluarganya sendiri karena iri hati, bahkan sempat terancam dibunuh; namun dalam perlindungan Allah, hidupnya berbelok dan ia dijual.

Ia bias saja meratapi nasibnya, tetapi ia memilih tetap bekerja dengan setia.

Di rumah Potifar ia dipercaya, lalu difitnah dan dipenjara.

Namun di penjara pun ia tetap setia, hingga akhirnya diangkat menjadi orang kepercayaan Firaun.

Di setiap musim hidupnya dijatuhkan, dilupakan, hingga diangkat ia tetap takut akan Allah dan bekerja dengan setia, tanpa memilih hidup dalam kepahitan atau kemarahan.

Bagian terbaik yang saya pelajari dari Yusuf adalah: pada akhirnya Yusuf mengerti bahwa semua ini bukan tentang dirinya, melainkan tentang kedaulatan Allah yang memakai siapa saja untuk memelihara Israel, dan melalui keturunannya, menghadirkan keselamatan bagi dunia.

Hidup tidak selalu berjalan lurus atau masuk akal.

Ada masa kita akan kehilangan, dipindahkan, bahkan diperlakukan tidak adil.

Namun Allah kita tetap sama.

Rancangan Allah melampaui rancangan dan akal manusia.

Ia mengasihi saudara dan saya, dan memiliki rencana yang indah bagi hidup kita untuk menggenapi janji-Nya dan memakai hidup kita bagi kemuliaan-Nya.

Insipirasi: Saya percaya, seberat apapun itu, seolah “turun” atau merendahkan sekalipun, jika itu adalah kehendak-Nya, pada akhirnya akan mendatangkan kebaikan bagi kita.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.