Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS Disambut Tangis Setiba di Tegal 
M Syofri Kurniawan May 11, 2026 06:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bendera kuning terpasang di gerbang desa dan gang Durian RT 11/RW 03, Desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal arah ke rumah duka almarhum Muhamad Tahrul Khubaidi, pada Sabtu (9/5/2026) malam.

Tahrul merupakan satu dari 18 korban tewas dalam kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatra (ALS) vs truk tangki BBM di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) lalu. 

Jenazah Tahrul sudah diberangkatkan dari Palembang, pada Jumat (8/5/2026) malam. 

Adapun rumah duka mulai ramai didatangi keluarga dan tetangga, sejak Sabtu pukul 19.21.  

Mereka yang datang bergantian menyampaikan ucapan belasungkawa dan menemani ibu serta ayah korban untuk menguatkan.

Terlebih kondisi kesehatan ayah korban saat ini sedang sakit.  

Meskipun terlihat tegar dan sesekali terlihat tersenyum, tapi raut kesedihan nampak jelas dari wajah ibu dan ayah korban. 

Saudara sepupu korban, Muhammad Irfanudin mengungkapkan, pihak keluarga menunggu kedatangan jenazah sejak awal mendapat kabar meninggalnya Tahrul, pada Jumat (8/5/2026).

Sesuai informasi, kendaraan yang membawa jenazah Tahrul, pada Sabtu (9/5/2026) pukul 19.31, sudah tiba di Cikampek.

"Kemungkinan jenazah tiba (Sabtu) pukul 23.00. Ketika memang tiba pukul 23.00 atau lebih maka jenazah akan disemayamkan terlebih dulu di rumah dan baru dimakamkan keesokan harinya," jelas Irfan, saat ditemui Tribun Jateng di rumah duka. 

Setelah menunggu lama, akhirnya mobil yang membawa jenazah Tahrul tiba di rumah duka, Minggu (10/5/2026) pukul 00.27 dini hari. 

Kedatangan peti yang membawa jenazah almarhum Tahrul langsung disambut isak tangis pihak keluarga dan tetangga sekitar. 

Semuanya tak kuasa menahan tangis terlebih orang tua dan kakak korban.

Kesedihan lebih terasa ketika peti jenazah dibawa masuk ke dalam rumah duka. 

Penantian keluarga menunggu jenazah anak, adik, dan saudara yang dikenal sebagai sosok baik dan bertanggung jawab akhirnya usai.

Jenazah Tahrul disemayamkan terlebih dulu di rumah duka, sebelum dimakamkan, pada Minggu pagi. 

Irfan bercerita, pihak keluarga mengetahui kecelakaan bus yang ditumpangi korban, pada Rabu (6/5/2026) pukul 16.30.  

Pihak keluarga pastinya langsung merasa kaget dan bertanya-tanya apakah kabar kecelakaan tersebut benar.  

Seperti yang diketahui, pada saat peristiwa kecelakaan bus, Tahrul sempat selamat namun dengan kondisi mengalami luka bakar sampai 90 persen.  

Selama mendapat perawatan intensif di rumah sakit, ada keluarga yang mendampingi bahkan sampai korban dinyatakan meninggal dunia kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Tegal.  

Dari Palembang, ada tiga orang yang ikut mendampingi jenazah Tahrul untuk dipulangkan ke Desa Dermasandi. 

"Saat kejadian ada empat orang yang selamat satu di antaranya Mas Tahrul. Tapi memang kondisinya cukup parah sehingga setelah dapat penanganan dari Rabu, Kamis operasi, dan Jumat siang dinyatakan meninggal dunia,” kata Irfan. 

“Keluarga dapat kabar Mas Tahrul meninggal dunia pada Jumat siang sekitar pukul 11.30," sambungnya. 

Menurut keterangan keluarga, Tahrul sudah lama bekerja di rumah makan ikan bakar di Padang tersebut.

Banyak warga Tegal yang bekerja di sana, termasuk satu korban lainnya dari laka bus ALS, Bakhrul Ulum. 

Sebelum kecelakaan terjadi, Tahrul sempat memberi kabar kepada keluarga di rumah melalui pesan bahwa masih dalam perjalanan dan sedang istirahat.

Namun tidak disebutkan posisi terakhir di mana hanya sebatas memberi kabar sedang istirahat. 

"Itu kabar terakhir yang diberikan Mas Tahrul kepada keluarga," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Dermasandi, Nurgiyanto, membenarkan bahwa dua warganya yang menjadi korban dalam kecelakaan bus ALS.  

Keduanya hendak bekerja di tempat yang sama di daerah Bukittinggi, namun takdir berkehendak lain. 

Untuk jenazah Tahrul sudah tiba di rumah duka, sedangkan jenazah Bakhrul Ulum sesuai keterangan yang disampaikan pihak kepolisian masih dalam proses autopsi.

"Satu warga kami yang juga menjadi korban, yakni Bakhrul Ulum, sesuai informasi sampai saat ini masih dilakukan proses autopsi. Sehingga, belum ada kepastian kapan jenazah akan dipulangkan ke rumah duka," imbuhnya. (Desta Leila Kartika) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.