Dedi Mulyadi Naik Kuda, Ribuan Warga Padati Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cirebon
Mutiara Suci Erlanti May 11, 2026 07:11 AM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Malam di Kota Cirebon berubah menjadi lautan manusia saat kirab budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 digelar, Minggu (10/5/2026).


Ribuan warga tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan protokol demi menyaksikan langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang tampil menunggang kuda dalam prosesi budaya penuh kemegahan tersebut.


Sorak sorai warga pecah ketika Dedi Mulyadi melintas di tengah kerumunan.


Tak sedikit masyarakat rela berdesakan sambil mengangkat ponsel mereka tinggi-tinggi demi merekam momen langka kirab budaya yang membawa Mahkota Binokasih sebagai simbol sejarah Tatar Sunda itu.

Baca juga: Lautan Biru Bobotoh Padati GGM Majalengka, Persib Bandung Comeback Kalahkan Persija 2-1


Pantauan Tribun di lokasi, kirab budaya dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dari depan Gedung BAT Kota Cirebon.


Sejak sore hari, masyarakat sudah memadati area sekitar lokasi untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan arak-arakan budaya tersebut.


Kirab diawali dengan kedatangan Dedi Mulyadi bersama rombongan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

MILANGKALA TATAR SUNDA - Malam di Kota CirebonVVEEE
MILANGKALA TATAR SUNDA - Malam di Kota Cirebon berubah menjadi lautan manusia saat kirab budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 digelar, Minggu (10/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan protokol demi menyaksikan langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang tampil menunggang kuda dalam prosesi budaya penuh kemegahan tersebut.


Sebelum prosesi dimulai, Dedi terlebih dahulu mengalungkan tanda kehormatan kepada Wali Kota Cirebon, Effendi Edo dan Bupati Indramayu, Lucky Hakim.


Dalam prosesi itu, Dedi turut didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman.


Suasana malam semakin semarak ketika iring-iringan budaya mulai bergerak perlahan melewati Jalan Pasuketan, Jalan Pekiringan, Jalan Petratean, Jalan Pulasaren, Jalan Aryodinoto hingga finis di Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan.


Sepanjang perjalanan, ribuan warga tampak berjejer di sisi jalan.


Anak-anak hingga orang tua larut dalam kemeriahan kirab budaya yang menampilkan berbagai kesenian tradisional dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.


Terlihat, parade budaya itu menghadirkan beragam atraksi memukau.


Mulai dari barisan Reog dengan topeng raksasa, boneka Ondel-ondel berwarna mencolok, ogoh-ogoh berbentuk makhluk mitologi, hingga kostum karnaval megah bernuansa modern.


Tak hanya itu, iring-iringan pasukan pembawa tombak, kereta kencana, hingga rombongan musik angklung massal turut menciptakan suasana sakral sekaligus meriah di sepanjang jalur kirab.


Momen paling menyita perhatian terjadi ketika diawal Dedi Mulyadi atau KDM, sapaan akrabnya, tampil menunggang kuda mengenakan pakaian adat serba putih lengkap dengan penutup kepala tradisional.


Di sekelilingnya tampak payung-payung kebesaran mengiringi langkah kuda di tengah lautan manusia.


Bangunan-bangunan berarsitektur kolonial yang diterangi cahaya merah putih menambah dramatis suasana malam budaya tersebut.

MILANGKALA TATAR SUNDA - Malam di Kota Cirebon berubah menjadi lautan manusiaVWWWW
MILANGKALA TATAR SUNDA - Malam di Kota Cirebon berubah menjadi lautan manusia saat kirab budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 digelar, Minggu (10/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan protokol demi menyaksikan langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang tampil menunggang kuda dalam prosesi budaya penuh kemegahan tersebut


Warga yang memadati lokasi bahkan beberapa kali terdengar bersorak saat iring-iringan kereta kencana melintas cepat di atas karpet merah.

Baca juga: Resmi, Susunan Pemain Persib VS Persija, Andrew Jung Hingga Barros Jadi Starter


Kepala BKD Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, sebelumnya mengatakan kirab budaya ini merupakan bagian dari napak tilas sejarah kerajaan Sunda dan Galuh.


"Dalam rangka Hari Jadi Tatar Sunda ini akan digelar kirab budaya dengan mengarak Mahkota Binokasih," ujar Dedi Supandi.


Menurutnya, Mahkota Binokasih memiliki nilai historis penting yang berkaitan dengan perjalanan Kerajaan Pakuan dan Galuh pada masa lampau.


"Nah, hari ini kita mengenang kembali sejarah itu. Tatar Sunda kaya akan budaya dan pernah memiliki masa kejayaan. Semangat ini yang ingin dibangun kembali," ucapnya.


Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo memastikan seluruh persiapan kegiatan dilakukan secara matang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


"Alhamdulillah, sebelum acara ini dimulai kita melaksanakan rapat dua kali bersama provinsi untuk mempersiapkan acara tanggal 10 Mei 2026 malam ini. Alhamdulillah berjalan lancar dan semuanya sudah disepakati," jelas Edo.


Milangkala Tatar Sunda di Kota Cirebon sendiri menjadi rangkaian ketujuh setelah sebelumnya digelar di Sumedang, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Bogor dan Karawang.


Setelah dari Cirebon, rangkaian acara budaya tersebut akan berlanjut menuju puncak perayaan di Kota Bandung.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.