TRIBUNTRENDS.COM - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti jika ditemukan dugaan korupsi dalam pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat senilai Rp27 miliar.
Pernyataan itu disampaikan saat dirinya menghadiri dialog kolaborasi program prioritas presiden di Universitas Islam Negeri Madura pada Minggu (10/5/2026).
Menurut Gus Ipul, pemerintah tidak akan menutup mata terhadap kemungkinan adanya pelanggaran dalam proses pengadaan tersebut.
“Jika ditemukan hal-hal ada korupsi tentu kami terbuka, akan menindaklanjuti, mendalami,” kata Gus Ipul.
Ia menjelaskan bahwa langkah awal sudah dilakukan untuk memastikan proses pengadaan berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk mendalami persoalan itu, Gus Ipul telah meminta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo bersama Inspektorat Jenderal melakukan penelusuran lebih lanjut.
Baca juga: Polemik Anggaran Sepatu Sekolah Rp 27 M, Apa Hasil Pertemuan Mensos Gus Ipul dan KPK? Pencegahan
Pemeriksaan tersebut difokuskan pada proses pengadaan sepatu yang kini menjadi sorotan publik.
Kementerian Sosial juga disebut ingin memastikan tidak ada penyimpangan anggaran dalam program yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan masyarakat.
Hasil penelusuran internal itu dijadwalkan segera rampung dalam waktu dekat.
“Minggu depan kami akan mendapatkan pelaporan dari penelusuran ini,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pada 2025 telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Ia menegaskan Kemensos telah mengikuti seluruh proses pemeriksaan yang dilakukan.
Selain ditangani BPK, Gus Ipul mengungkapkan pihaknya juga telah mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berdialog terkait proses pengadaan sepatu Sekolah Rakyat.
“Selanjutnya kita akan terbuka untuk dilakukan monitoring dan evaluasi soal pengadaan barang dan jasa di Kemensos,” tuturnya.
Baca juga: Gus Ipul Akui SDM Kemensos Tak Becus Urus Proyek, Nasib Sepatu Siswa Rp27 M Kini Terombang-ambing
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu menegaskan sejak awal dirinya telah mengingatkan agar program strategis Presiden tidak dikotori praktik korupsi.
“Jadi kita akan tindaklanjuti seluruh masukan dari masyarakat lewat medsos maupun yang disampaikan langsung kepada kami,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga membeberkan rincian anggaran pengadaan sepatu untuk siswa dan guru Sekolah Rakyat.
Pengadaan tersebut meliputi sepatu PDL siswa, sepatu PDH SD, SMP, dan SMA, sepatu olahraga untuk siswa dan guru, sepatu PDH guru, serta sepatu harian siswa SD, SMP, dan SMA.
Setiap siswa disebut mendapatkan empat pasang sepatu, yakni sepatu PDL, PDH, olahraga, dan harian.
Pengadaan itu menjadi sorotan publik setelah muncul informasi mengenai pembelian 39.345 pasang sepatu dengan harga Rp 700.000 per pasang, sehingga total anggaran mencapai Rp 27 miliar.
(TribunTrends/Kompas)