TRIBUNJAKARTA.COM - Sejumlah peristiwa terjadi setelah laga Persija Vs Persib di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (11/5/2026).
Laga Persija vs Persib berakhir dengan skor 1-2 dengan kemenangan tim lawan.
Usai laga, TribunJakarta merangkum empat peristiwa yang melibatkan suporter terjadi di beberapa wilayah diantara Bogor, Bandung dan Jakarta.
Kericuhan suporter sepakbola terjadi di Jalan Sholeh Iskandar (Sholis), Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/5/2026) malam
Suporter sepak bola ini diduga merupakan pendukung dua klub Liga 1 yakni Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Aparat gabungan langsung berjaga di lokasi kejadian.
Pada minggu malam, beberapa suporter sambil membawa bendera besar terus melintas.
Mereka berteriak di hadapan aparat gabungan yang berjaga. Mereka juga melontarkan kata-kata kasar untuk aparat.
Aparat yang sebelumnya berjaga di atas terowongan arah Tugu Narkoba berpindah ke terowongan arah Yasmin.
Aparat sempat akan memblokade jalanan dan suporter yang menggunakan motor melaju ke arah Yasmin.
“Tadi rame saling mau serang. Kayanya kedua suporter deh,” kata salah seorang warga Abdul Ajis dikutip dari TribunnewsBogor.com.
Sepeda motor dan mobil sempat terhalang oleh bentrokan ini.
“Tadi saya lihat sempat macet,” ujarnya.
Selain itu, beredar video diduga bentrokan antara suporter di Jalan Raya Parung Kemang, Kabupaten Bogor usai laga Persija Vs Persib pada Minggu (10/5/2026).
Video memperlihatkan beberapa suporter terlihat menutup jalan. Mereka loncat-loncat di tengah jalan saat hujan deras.
Terekam di video ada seorang suporter yang menyeret benda seperti batang kayu.
Sirine polisi terus berbunyi dengan keras.
Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah mengatakan, tidak ada bentrokan yang terjadi.
“Gak ada bentrok. Aman,” kata Kompol Maman dikutip dari TribunnewsBogor.
Suporter yang menghalangi jalan ini terprovokasi sehingga langsung berhenti di tengah jalan.
Polisi hendak mengawal mereka untuk pulang.
“Iya mereka beres nobar. Di jalan ada yang coba provokasi,” ujarnya.
Ia memastikan rombongan suporter ini sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
Di wilayah lain, pemain senior Persib, Ahmad Jufriyanto kebingungan pulang setelah ikut nonton bareng di Graha Persib Bandung, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Minggu (10/5/2026).
Jupe, sapaan akrabnya, tidak ikut ke Samarinda sempat kebingungan untuk pulang karena jalanan dipadati Bobotoh.
Ia menyebut antusiasme Bobotoh nonton bareng laga Persib lawan Persija sangat luar biasa.
"Ya, luar biasa, sekarang saya lagi mikir gimana caranya keluar dari Graha Persib dan pulang ke rumah," ujar Jupe.
Jupe pun terlihat gembira karena timnya memenangkan pertandingan.
Diketahui bobotoh memenuhi acara nobar di Graha Persib.
Teriakan juara mulai menggema di dalam Graha Persib dan Jalan Sulanjana setelah pertandingan berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Persib.
Sebab, kemenangan ini membuka peluang Persib kembali meraih gelar juara tahun ini.
Sementara itu, The Jakmania merasakan kekecewaan setelah Persija ditekuk rival abadinya, Persib Bandung.
Tak terkecuali bagi para Jakmania yang menghadiri acara nonton bareng (nobar) bersama Korwil Tenabang di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2026).
Korwil Jakmania Tenabang, Kurzel, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.
Menurutnya, kekalahan atas Persib ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Sebab, Persija harus terusir jauh ke Kalimantan dan pulang tanpa poin.
"Kalau buat hasil sih sangat mengecewakan ya. Udah venue-nya dipindah ke Samarinda, kita kalah lagi," ujar Kurzel saat ditemui di lokasi nobar, Minggu (10/5/2026).
Meski demikian, Kurzel mengimbau kepada seluruh anggota Jakmania untuk tetap menjaga kondusivitas meski harus menelan pil pahit kekalahan.
Ia menekankan pentingnya kedewasaan dalam menyikapi hasil pertandingan.
"Kondusif harus kita jaga. Jangan sampai cuma gara-gara sepak bola, nyawa taruhannya. Insyaallah harus waras, tetap kondusif," tegasnya.
(TribunJakarta.com/TribunJabar/TribunnewsBogor)