BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kondisi lahan berbukit dan berbatu di kawasan Kelompok Tani Hutan (KTH) Bumi Priangan, Desa Bumijaya, Kabupaten Tanahlut (Tala), Kalimantan Selatan, tak menjadi penghalang lahirnya inovasi pertanian dan perikanan modern berbasis teknologi.
Melalui program Smart AgroFlok, mahasiswa Tala menghadirkan sistem akuakultur bioflok dan irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan dukungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk membantu masyarakat mengelola budidaya secara lebih efisien dan ramah lingkungan.
Mereka adalah mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan (TRKJ) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala).
Ketua KTH Bumi Priangan Musmujiono mengaku bangga dan antusias atas keberhasilan penerapan teknologi tersebut di wilayahnya.
Baca juga: Warga Asamasam Tanahlaut Tutup Jalan, Banjir dari Kintap Turun ke Jorong
Baca juga: Rekening Aspal di Kalsel Dihargai Hingga Jutaan, Jual Beli Akun Dompet Digital Marak di Media Sosial
“Dengan segala keterbatasan dan kondisi alam berbukit (miring) dan berbatu di KTH Bumi Priangan, kami sangat bersyukur program ini berhasil diaplikasikan," ucapnya, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, fakta tersebut membuktikan bahwa kawasan perhutanan sosial juga mampu melahirkan inovasi modern yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia berharap konsep Smart AgroFlok dapat diterapkan di kelompok perhutanan sosial lain di Tala yang memiliki karakter geografis serupa dengan kawasan Bukit Priangan.
Dengan begitu bakal mampu membuka peluang usaha yang lebih luas. Juga memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan perekonomian masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Prodi TRKJ Politala Eka Wahyu Sholeha mengatakan program tersebut menjadi implementasi nyata penerapan teknologi tepat guna oleh mahasiswa di tengah masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tapi juga turun langsung merancang, memasang, hingga melakukan pendampingan sistem di lapangan.
“Program ini menjadi wadah mahasiswa untuk menerapkan kemampuan mereka secara langsung, mulai dari pengembangan sistem IoT, pemanfaatan energi surya, sampai pendampingan kepada masyarakat,” katanya.
Program Smart AgroFlok sendiri merupakan implementasi dari keberhasilan tim mahasiswa Gawi Baimbai yang meraih juara dalam ajang SustainAction yang diselenggarakan PLN Pusat.
Berkat capaian itu, program mendapat dukungan pembiayaan penuh dari PLN. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengembangkan sistem yang memadukan sensor monitoring, teknologi IoT, bioflok, serta irigasi otomatis berbasis tenaga surya guna meningkatkan efisiensi budidaya ikan dan pengelolaan pertanian.
Tim mahasiswa yang terlibat berasal dari lintas semester Program Studi TRKJ Politala, yakni Puan Gusti Halida Lutfiah, Enjelina Tasia Boru Hutajulu, Daniel Oknil Ricky Rayanda, Syahrur Romadhoni, Huktah Dwi Pradana, Rizky Noor Azizi, Akhmad Minannor Rahman dan Rizky Yandri.
Saat ini program masih dalam tahap pengembangan dan pemantauan sistem agar teknologi yang diterapkan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dukungan terhadap inovasi tersebut juga datang dari Direktur Politala Dr Meldayanoor. Sabtu kemarin ia turun langsung meninjau lokasi implementasi Smart AgroFlok di Desa Bumijaya.
Kunjungan itu menjadi bentuk apresiasi kampus terhadap inovasi mahasiswa dalam mengembangkan teknologi berbasis energi terbarukan sekaligus pemberdayaan masyarakat di kawasan perhutanan sosial.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)