Habisi Nyawa Mertua, Menantu Panik Ketahuan KDRT Istri, Berawal dari Urusan Paket COD
Murhan May 11, 2026 10:51 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Habisi nyawa mertua, seorang menantu panik ketahuan melakukan KDRT istri.

Peristiwa ini terjadi di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Rabu (6/5/2026). 

Dalam kejadian itu, seorang perempuan paruh baya bernama Siti Arofah (54) tewas di tangan menantunya sendiri, Satuan alias Tuan (42).

Insiden sadis ini terjadi di rumah kontrakan yang dihuni pelaku bersama istrinya, Sri Wahyuni (35), yang juga menjadi korban penganiayaan berat.

Peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB. 

Menurut saksi mata, Nur Aida (32), korban Siti Arofah awalnya datang ke rumah kontrakan pelaku yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya untuk mengabarkan adanya paket COD.

Baca juga: Ri Tewas Usai Dipergoki Warga Curi Mangga, Keluarga Pelaku Ngamuk Geruduk Lokasi, Polisi Beber Fakta

"Ada paket COD buat Bu Yuni (istri pelaku). Mertuanya memanggil, tapi rumah dikunci. Digedor-gedor tidak menjawab, akhirnya korban masuk lewat pintu belakang," ujar Aida di lokasi kejadian.

Nahas, saat masuk ke dalam rumah, korban mendapati tersangka tengah menganiaya istrinya. 

Dalam kondisi panik karena aksinya ketahuan, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai penjual balon berkostum badut tersebut gelap mata.

Ia mengambil pisau dapur dan menusuk mertuanya di bagian leher serta perut hingga korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Motif, Panik dan Sakit Hati

Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, motif utama pembunuhan ini adalah kepanikan tersangka saat melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Tersangka S dalam kondisi panik dan terdesak karena ketahuan ibu mertuanya melakukan KDRT. Begitu mertuanya masuk, dia langsung melakukan aksi penusukan tersebut secara spontan," kata AKBP Andi dalam konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Kamis (7/5/2026).

Selain faktor kepanikan, terungkap pula adanya konflik terpendam. Tersangka mengaku menyimpan sakit hati terhadap korban karena merasa sering diperlakukan semena-mena.

"Hasil penyidikan mengungkap tersangka sakit hati dengan korban, merasa tidak dihargai sebagaimana mestinya seorang menantu," imbuh Andi.

Istri Korban Luka Berat

Tak hanya mertua, istri pelaku, Sri Wahyuni, juga ditemukan berlumuran darah di kamar bagian belakang. 
Petugas terpaksa mendobrak pintu kamar karena dikunci oleh pelaku dari luar sebelum melarikan diri.

"Kondisi istri pelaku sadar saat ditolong, namun wajahnya lebam dan mengalami luka serupa. Saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit," jelas kerabat korban, Arifin (58).

Arifin menambahkan bahwa pasangan tersebut sebelumnya tinggal bersama korban, namun pindah mengontrak karena sering terlibat cekcok. 

Pelaku juga disebut pernah melontarkan ancaman pembunuhan sebelumnya.

Ditangkap di Surabaya dalam 6 Jam

Pasca-kejadian, Polres Mojokerto bergerak cepat melakukan pengejaran. 

Kurang dari enam jam, tim gabungan Resmob dan Jatanras berhasil meringkus tersangka di wilayah Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya.

"Pukul 14.00 WIB pelaku berhasil ditangkap saat berupaya melarikan diri. Tersangka telah mengakui semua perbuatannya," pungkas Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan.

Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dengan jeratan pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian dan KDRT.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunjatim.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.