SRIPOKU.COM, BATURAJA – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengalami penurunan dalam empat hari terakhir, Senin (11/5/2026).
Memasuki minggu kedua Mei 2026, harga di tingkat pabrik kini dipatok sebesar Rp3.490 per kilogram.
Kuri (55), seorang pedagang pengepul buah sawit, mengungkapkan bahwa terjadi penurunan sebesar Rp90 per kilogram jika dibandingkan dengan harga pada minggu pertama Mei 2026 yang sempat menyentuh angka Rp3.580 per kilogram.
"Terhitung sejak masuk minggu kedua Mei ini, harga TBS di tingkat pabrik berada di angka Rp3.490 per kilogram," ujar Kuri pada Senin (11/5/2026).
Sementara itu, harga di tingkat petani terpantau lebih rendah karena adanya potongan biaya operasional.
Ridwan (62), salah satu petani sawit di Kecamatan Semidang Aji, menjelaskan bahwa harga beli di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp3.000 hingga Rp3.100 per kilogram.
"Ada selisih sekitar Rp400 dibandingkan harga pabrik. Hal ini karena adanya biaya tambahan seperti ongkos angkut kuli, biaya muat ke truk, dan transportasi menuju pabrik," jelas Ridwan.
Meski mengalami fluktuasi, para petani sawit di OKU mengaku tetap optimis dan bergairah.
Menurut Ridwan, kondisi pasar saat ini jauh lebih menjanjikan dibandingkan komoditas karet.
Indikasi kestabilan harga minyak goreng di pasaran menjadi sinyal positif bahwa harga TBS tidak akan jatuh terlalu dalam.
"Belakangan ini harga sawit cenderung menguntungkan. Walaupun bergerak naik-turun, harganya tidak sampai hancur seperti beberapa tahun lalu yang pernah di bawah Rp600 per kilogram," tambahnya.
Penurunan tipis harga TBS saat ini diduga merupakan dampak dari pergerakan harga Crude Palm Oil (CPO) global.
CPO merupakan minyak kelapa sawit mentah hasil ekstraksi daging buah yang menjadi barometer utama penentuan harga TBS di tingkat daerah.