Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat mengklaim bahwa Iran telah "kalah secara militer".
Bahkan, ia menyebut eskalasi antara Amerika Serikat dengan Teheran hampir selesai.
Di tengah klaim tersebut, ancaman jalur komunikasi dan ekonomi global justru meningkat.
Pasalnya, terdapat ancaman potensi sabotase kabel bawah laut di Selat Homruz dan Laut Merah.
Kontradiksi itu muncul ketika Trump melakukan wawancara dengan jurnlis investigasi Sharyl Attkison.
AS disebut telah menghantam 70 persen target militer Iran.
Bahkan, selama dua pekan seluruh target dapat dicapai militer AS.
Sementara itu, Washington dan sekutunya justru harus menerima kenyataan pahit soal sistem komunikasi.
Iran disebut masih memiliki kemampuan besar untuk melumpuhkan sistem internet hingga komunikasi militer dunia.
Bahkan, dalam wawancara tersebut Trump kembali mengungkit 'dosa' NATO yang dinilai tidak membantu operasi melawan Iran.
Dengan demikian AS masih menghadapi keterbatasan dukungan internasional meski mengklaim unggul secara militer.
==================