Hizbullah Pakai Taktik 'Permainan Poker' Mematikan untuk Pukul Tentara Israel, Drone FPV Kunci Utama
Hadiyya QurrataAyyuun May 11, 2026 12:42 PM

- Hizbullah memakai taktik "permainan poker" mematikan untuk beri pukulan serius kepada militer Israel.

Drone FPV Hizbullah di medan perang Lebanon menjadi kunci utama kegagalan pasukan Israel.

Mengutip Al Mayadeen pada (11/5), hal ini merupakan pengakuan pasukan pendudukan Israel menurut sumber utama "Channel 12".

Lebih tepatnya, prajurit cadangan Israel di Lebanon Selatan mengaku kesulitan menghadapi drone Hizbullah.

Bahkan, menggambarkan kondisi medan perang sebagai "permainan poker" mematikan.

Di mana, yang didominasi oleh ketidakpastian dan ketakutan.

Para prajurit juga mengakui belum adanya sistem peringatan dini dan pertahanan yang efektif untuk menghadapi drone.

Sehingga mereka terpaksa menggunakan "jaring ikan" dan perlengkapan seadanya dari sumbangan.

Mereka juga menyebut drone FPV Hizbullah mampu menyerang secara senyap dan cepat, sementara pasukan Israel belum memiliki senjata yang efektif untuk menangkisnya.

Sementara itu, Channel 12 melaporkan bahwa ancaman drone FPV dari kelompok perlawanan Lebanon telah mengungkap kelemahan pertahanan Israel.

Diklaim telah memicu ketakutan di kalangan pemukim di wilayah utara.

Menurut laporan, komandan Angkatan Darat Israel baru-baru ini menunjuk Brigadir Jenderal “A”, kepala Brigade Serangan Multidomain sekaligus pilot angkatan udara.

Ia ditugaskan memimpin tim khusus perwira senior untuk mencari solusi atas ancaman drone yang semakin meluas.

Media Israel menyebut tantangan terbesar terletak pada kemampuan mendeteksi drone, terutama jenis yang menggunakan panduan serat optik.

Drone ini beroperasi tanpa memancarkan sinyal.

Sehingga sistem perang elektronik dan perangkat pengacau komunikasi hampir tidak efektif untuk menanganinya.

Lebih dari itu, media Israel juga melaporkan bahwa pendudukan Israel mengalami hambatan dalam menghadapi drone Hizbullah.

Di mana, hambatan utamanya terletak pada ketidakmampuan untuk mendeteksi drone tersebut tepat waktu.

Akibatnya, pasukan Israel beralih ke tiga jalur penanggulangan terpadu.

Di mana, yang pertama berfokus pada “perlindungan pasif” melalui pemasangan jaring logam di atas pasukan dan kendaraan militer. 

Lalu kedua berupaya meningkatkan kemampuan radar.

Sementara yang ketiga melibatkan penyediaan senapan berburu dan amunisi fragmentasi kepada tentara untuk pertempuran jarak dekat.

Seorang prajurit cadangan Israel di Lebanon mengakui pasukannya tidak memiliki cara efektif untuk menghadapi drone serat optik.

Sehingga mereka hanya mengandalkan kewaspadaan penuh dan pemantauan langit secara terus-menerus.

Dalam perkembangan terpisah, media Israel mengakui serangan terhadap baterai Iron Dome akhir pekan lalu menjadi pukulan besar bagi citra pertahanan udara Israel.

Tepat, setelah sistem itu dilaporkan gagal mendeteksi dan mencegat drone Hizbullah.

Insiden yang sempat ditutupi itu kemudian terungkap melalui rekaman yang dirilis Hizbullah. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.