TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persis Solo berada dalam situasi genting jelang akhir musim Super League 2026.
Laskar Sambernyawa terancam terdegradasi jika gagal meraih hasil maksimal pada dua pertandingan tersisa musim ini.
Tekanan bagi Persis semakin besar setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-32 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (9/5/2026) malam.
Baca juga: Persijap Menang Telak, Nasib Persis Solo Degradasi atau Bertahan Tinggal Bergantung Madura United
Hasil tersebut membuat Persis Solo masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 28 poin.
Tim asal Kota Bengawan itu kini tertinggal empat poin dari Madura United di posisi ke-15 dan terpaut enam poin dari PSM Makassar yang berada di peringkat ke-14.
Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, mengaku kecewa dengan hasil imbang saat menghadapi Persebaya karena tidak sesuai target tim.
Ia menilai anak asuhnya sempat kesulitan menjalankan instruksi permainan pada awal laga.
“Hanya saja di 15 menit terakhir babak pertama, para pemain mulai menemukan ritme permainannya. Memasuki babak kedua, Laskar Sambernyawa cukup mendominasi laga namun tetap saja tak mampu menciptakan gol,” ujar Milomir Seslija, dikutip dari laman resmi I.League, Minggu (10/5/2026).
Menurut Milomir, Persis sebenarnya tampil lebih baik pada babak kedua dan mampu menguasai jalannya pertandingan.
Baca juga: Daftar 11 Produk Kosmetik Berbahaya yang Ditarik BPOM dari Peredaran, Waspadai Peredarannya di Solo!
Namun, buruknya penyelesaian akhir menjadi penyebab tim gagal meraih kemenangan penting di kandang sendiri.
“Di babak kedua, Persis lebih mendominasi hanya saja kita kesulitan mencetak gol. Dan ada beberapa momen para pemain terburu-buru ingin mencetak gol sehingga terjadi kesalahan-kesalahan yang jika lebih sabar mungkin bisa maksimal,” tambahnya.
Nasib Persis Solo kini tidak hanya bergantung pada hasil pertandingan mereka sendiri, tetapi juga ditentukan oleh hasil tim pesaing di papan bawah klasemen.
Persis bahkan berpotensi langsung terdegradasi apabila Madura United berhasil meraih kemenangan saat menghadapi Bhayangkara FC pada Senin (11/5/2026).
Jika itu terjadi, peluang Persis untuk bertahan di kasta tertinggi akan tertutup.
Namun, apabila Madura United hanya mampu bermain imbang atau gagal menang, Persis Solo masih memiliki kesempatan untuk selamat dari degradasi.
Baca juga: Persis Solo Menanti Keajaiban dan Keberuntungan, Nasib Bergantung di Tangan Madura United & Persijap
Secara matematis, Laskar Sambernyawa masih bisa bertahan di Super League dengan sejumlah syarat.
Tim asuhan Milomir Seslija wajib memenangkan dua laga tersisa melawan Dewa United dan Persita Tangerang sehingga total mengumpulkan maksimal 34 poin.
Selain itu, Madura United hanya boleh meraih tambahan maksimal dua poin dari tiga pertandingan sisa musim ini.
Persis juga masih memiliki peluang bertahan apabila PSM Makassar gagal meraih hasil maksimal pada laga-laga penutup musim.
Meski peluang masih terbuka, situasi ini menjadi tekanan berat bagi Persis Solo.
Klub yang kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada tahun 2021 itu kini berada di ujung ancaman degradasi dan harus berharap pada kombinasi hasil dari tim lain untuk tetap bertahan di Super League musim depan.
(*)