Pelaku Penembakan Brigadir Arya Supena Kabur ke Arah Gang Keramat Seusai Beraksi
taryono May 11, 2026 11:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pelaku penembakan Brigadir Arya Supena hingga meningga dunia diketahui melarikan diri ke arah Gang Keramat, Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung, seusai beraksi pada Sabtu (9/5/2026) pagi.

Arah pelarian pelaku diungkapkan saksi mata bernama Taufik, petugas kebersihan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian saat penembakan berlangsung.

“Setelah menembak, pelaku langsung kabur pakai motor ke arah Gang Keramat,” kata Taufik dalam program Saksi Kata Tribun Lampung, Minggu (10/5/2026).

Taufik mengatakan dirinya sempat hendak memukul pelaku menggunakan sapu yang dipakainya untuk bekerja. Namun, niat tersebut urung dilakukan setelah pelaku menodongkan pistol ke arah dirinya.

“Saya sempat mau gebuk pakai sapu, tapi dia langsung mengacungkan pistol ke arah saya. Saya mundur karena takut,” ujarnya.

Saat kejadian, Taufik tengah membersihkan Jalan ZA Pagar Alam, mulai dari kawasan Gang Keramat hingga SPBU MBK. Ia kemudian mendengar satu kali letusan senjata api dari arah lokasi kejadian.

“Saya sedang menyapu, lalu terdengar suara tembakan. Setelah itu saya lihat pelaku berlari sambil membawa pistol,” katanya.

Menurut Taufik, peristiwa tersebut berlangsung sangat cepat. Ia tidak melihat secara utuh proses penembakan karena pandangannya terhalang tembok di sekitar lokasi.

“Saya tidak melihat persis karena tertutup tembok. Yang saya lihat korban sudah tergeletak di jalan,” ujarnya.

Korban saat itu diketahui masih mengenakan helm ketika terjatuh di lokasi kejadian.

Taufik juga mengaku tidak mengetahui secara pasti asal pistol yang sempat terlihat terjatuh saat korban dan pelaku bergumul.

“Saya takut salah menyampaikan keterangan karena posisi saya tidak melihat jelas,” katanya.

Usai kejadian, lokasi penembakan langsung ramai dipadati warga dan pengendara yang berhenti untuk melihat kondisi korban.

Taufik menduga pelaku berjumlah dua orang. Satu orang bertindak sebagai eksekutor, sementara pelaku lainnya menunggu di atas sepeda motor.

“Yang menembak badannya kurus, sedangkan yang menunggu di motor posturnya lebih besar. Wajahnya tidak terlihat jelas karena memakai helm,” ujar Taufik.

Ia mengaku masih trauma setelah mengalami kejadian tersebut, terlebih dirinya sempat ditodong pistol oleh pelaku.

“Saya masih kepikiran sampai sekarang karena posisi saya juga sempat diancam pakai pistol,” katanya.

Taufik pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aksi kejahatan jalanan, terutama pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan senjata api.

“Semoga kejadian ini jadi peringatan supaya kita lebih hati-hati saat beraktivitas pagi hari,” tuturnya.

Sebelumnya, Brigadir Anumerta Arya Supena (32), anggota Direktorat Intelkam Polda Lampung, gugur setelah menjadi korban penembakan oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Bandar Lampung, Sabtu pagi, 9 Mei 2026.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di depan sebuah toko roti, Toko Yussy Akmal, di Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung.

Saat kejadian, korban memergoki dua pria yang tengah berupaya mencuri sepeda motor milik seorang karyawan toko. 

Ketika Arya memberikan teguran kepada pelaku, salah satu pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan menembak korban dari jarak dekat.

Tembakan tersebut mengenai bagian kepala korban. 

Ia segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan perawatan intensif, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. 

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.