Skuad Persipura Dibubarkan Usai Tanding Lawan Adhyaksa FC, Sanksi Berat Mengadang
M.Risman Noor May 11, 2026 01:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Skuad Persipura musim 2025/2026 resmi dibubarkan manajemen.

Bagaimana nasib Rahmad Darmawan (RD) selaku pelatih?

Ada kemungkinan posisi RD selaku pelatih tetap dipertahankan.

Pertimbangannya, statistik selama satu musim terlihat RD cukup mumpuni.

Baca juga: Usai Kalahkan Persija, Jadwal Persib Bandung Selanjutnya demi Juara Super League 2026, PSM Mengadang

Baca juga: IMI Pusat Dukung Kalsel Tuan Rumah Asia Pasific Rally, Begini Pertimbangannya

Manajemen Persipura Jayapura resmi membubarkan skuad musim 2025/2026 untuk melakukan evaluasi total demi mengembalikan kejayaan tim Mutiara Hitam pada musim depan. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari perombakan menyeluruh, mulai dari pemain, ofisial, hingga tim pelatih untuk membangun sistem klub yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

 “Hari ini kita melakukan pembubaran tim dan selanjutnya tim akan saya evaluasi total baik pemain, official dan staff pelatih. Target saya awal Juni itu saya sudah dapat daftar baru siapa-siapa saja pemain yang dipertahankan dan yang akan direkrut,” kata Manajer Persipura Jayapura Owen Rahadiyan kepada pers di Kota Jayapura, Minggu (10/5/2026) malam.

Rahmat Darmawan berpeluang dipertahankan Meski akan melakukan perombakan besar-besaran, Owen memberi sinyal tetap mempertahankan pelatih kepala Rahmat Darmawan.

Menurut Owen, Rahmat Darmawan mampu memenuhi ekspektasi manajemen meski gagal membawa Persipura promosi ke Super League.

“Untuk jajaran pelatih kita menunggu keputusan mereka, tentunya Persipura masih terbuka bagi mereka. Begitu juga untuk coach RD tentunya dia sudah memberikan yang terbaik untuk tim. Jika dilihat track record selama musim ini dia adalah salah satu pelatih dengan win rate tertinggi di liga,” ungkap Owen.

“Dari 24 game dia cuma kalah sedikit dan persentase kemenangan kita mencapai 70 persen dan itu satu record yang tidak mudah,” lanjutnya.

Baca juga: Jadwal Jam Tayang El Clasico Barcelona vs Real Madrid Liga Spanyol Malam Ini, Siaran TV Mana?

Rusuh di Lukas Enembe

Kerusuhan terjadi usai laga Persipura vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/5/2026) malam.

Laga play off promosi Liga 2 Championship 2025/2026 diwarnai aksi perusakan dilakukan suporter Persipura.

Tim berjuluk Mutiara Hitam ini juga terancam akan menghadapi sanksi berat.

Ada beberapa kemungkinan sanksi yang bakal diterima Persipura.

Dalam aksi rusuh malam itu, suoprter merengsek masuk ke lapangan, merusak fasilitas stadion, melempari pemain tim tamu dengan botol kemasan air mineral, hingga melakukan pembakaran di aera luar stadion.

Insiden tersebut akan membuat Persipura terancam mendapat sanksi berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Berdasarkan Kode Disiplin PSSI, tindakan seperti perusakan fasilitas, pembakaran, pelemparan benda, invasi lapangan, dan kerusuhan massal dapat mengakibatkan:

- Larangan pertandingan dengan penonton (minimal 1-5 laga atau lebih, tergantung tingkat kerusakan).

- Denda puluhan hingga ratusan juta rupiah.

- Penutupan sebagian atau seluruh stadion untuk pertandingan mendatang.

- Sanksi individu terhadap pelaku, termasuk larangan masuk stadion hingga 10 bulan atau lebih.

Sebagai tuan rumah, Persipura terancam mendapatkan sejumlah sanksi atas insiden kerusuhan suporter tersebut.

Ancaman sanksi dari Komdis PSSI ini tentu akan menambah beban bagi Persipura yang kini harus mengubur mimpi promosi ke kasta tertinggi musim depan.

Baca juga: Hasil Race Moto3 Veda Ega Pratama di MotoGP Prancis 2026, Finish 4 Bangkit dari Hasil Latihan Buruk

Kronologi Kericuhan

Kericuhan terjadi beberapa waktu setelah peluit panjang berbunyi yang menandakan selesainya laga Persipura vs Adhyaksa FC.

Persipura gagal menciptakan gol, sementara Adhyaksa FC yang unggul lebih dulu dengan gol semata wayang dari Adilson Silva menjadi pemenang laga.

Sekitar pukul 19.16 WIT, sejumlah massa dari tribun turun ke lapangan, melakukan pengejaran terhadap pemain Adhyaksa FC dan perangkat pertandingan.

Massa juga melempar flare di lapangan dan merusak sejumlah fasilitas di dalam stadion.

Ada pula yang berlarian sembari membentangkan bendera Bintang Kejora di lapangan.

Situasi semakin memanas ketika massa di area luar stadion melakukan pembakaran.

Mereka membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar stadion, termasuk kendaraan operasional milik polisi serta kendaraan milik masyarakat umum.

Kericuhan tersebut membuat pemain dan tim ofisial Persipura serta Adhyaksa FC sempat tertahan di dalam stadion hingga situasi mereda.

Situasi mulai terkendali sekitar pukul 23.45 WIT. 

Belum ada laporan mengenai total kerugian akibat insiden tersebut.

Polisi akan melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi provokasi maupun perusakan fasilitas umum. 

Suporter Panik dan Fasilitas Rusak

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, situasi mulai memanas tak lama setelah peluit akhir dibunyikan. Sejumlah massa terlihat merangsek di area stadion sambil membawa bambu dan batu.

Kericuhan memicu kepanikan di tribun penonton. Dalam kondisi berdesakan, beberapa suporter dilaporkan pingsan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, membenarkan adanya korban dari pihak penonton maupun aparat keamanan.

“Ada beberapa penonton yang panik dan pingsan. Juga beberapa personel Polri yang terkena lemparan batu dari massa,” kata Cahyo saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Menurut polisi, kericuhan diduga dipicu luapan emosi suporter yang kecewa atas kekalahan Persipura.

“Diduga karena kecewa tim Persipura kalah,” ujarnya.

Personel Gabungan Dikerahkan

Untuk mengendalikan situasi, aparat gabungan dari Polres, Polda Papua, dan Korps Brigade Mobil (Brimob) diterjunkan ke area stadion.

Petugas kemudian melakukan pengamanan di sejumlah titik untuk membubarkan massa dan mencegah kerusakan meluas.

Hingga Jumat malam, polisi menyatakan situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe mulai kondusif. Meski demikian, aparat masih melakukan penjagaan untuk mengantisipasi gangguan lanjutan pasca-pertandingan.

(Tribunnews.com /Tribun-Papua.com/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.