TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penayangan spesial film drama keluarga "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" di XXI Level 21 Denpasar pada akhir pekan diwarnai isak tangis penonton sebelum rilis serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 13 Mei 2026 mendatang.
Film produksi Rapi Films, Screenplay Films, dan Vortera Studios ini menggelar agenda "Nonton Duluan" di 40 kota, untuk merespons tingginya antusiasme publik terhadap kisah perjuangan keluarga menghadapi Alzheimer.
Suasana haru terlihat jelas di area lobi bioskop usai pemutaran film selesai.
Seorang penonton, Tegar (28), pria berambut gondrong yang datang menyaksikan sesi spesial ini, tampak berulang kali menyeka matanya yang sembap, meski penampilannya terlihat gahar.
Baca juga: Ini 6 Pilihan TV LED 32 Inch Polytron, Nonton Film Makin Mudah dan Nyaman!
Tegar mengaku pertahanannya runtuh saat mengikuti perjalanan emosional antara tokoh Yuke yang diperankan Lulu Tobing dan putrinya, Kesha, yang diperankan Yasmin Napper.
"Jujur, saya tidak menyangka bakal se-emosional ini. Awalnya datang karena penasaran saja, saya pikir percintaan, tapi begitu masuk ke konflik di mana ingatan sang ibu mulai hilang, rasanya menyesak sekali," ujar Tegar saat ditemui di XXI Level 21 Denpasar.
Bagi pria berusia 28 tahun ini, film tersebut bukan sekadar tontonan sedih, melainkan pengingat keras tentang betapa berharganya waktu bersama orang tua yang sering kali terabaikan oleh kesibukan harian.
Tegar menambahkan bahwa narasi yang dibangun oleh sutradara Kuntz Agus dan penulis skenario Alim Sudio terasa sangat dekat dengan realitas kehidupan keluarga di Indonesia.
Ia merasa pernyataan-pernyataan dalam film tersebut sangat menohok sisi personalnya sebagai seorang anak.
"Kita sering lupa bahwa memori-memori kecil yang kita miliki sekarang adalah harta yang paling berharga sebelum semuanya memudar karena usia atau penyakit," tuturnya.
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" memang mengangkat tema sentral mengenai caregiving dan upaya menjaga memori keluarga.
Ceritanya berfokus pada Kesha, seorang mahasiswi film yang harus berjuang merawat ibunya, Yuke, yang mulai kehilangan ingatan akibat Alzheimer.
Melalui dinamika hubungan ibu dan anak ini, penonton diajak untuk menghargai setiap detik kebersamaan dengan orang-orang tercinta sebelum terlambat.
Kesuksesan sesi Nonton Duluan yang berlangsung pada 9 dan 10 Mei 2026 ini dibuktikan dengan status sold out di berbagai titik penayangan di 40 kota, mulai dari Sabang hingga Merauke. (*)