Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Liga.Tennis Padel resmi membuka cabang di luar Bali untuk pertama dibuka di Kota Solo. Peresmian lapangan Liga.Tennis Padel Solo sendiri digelar pada Sabtu (9/5/2026) siang.
Pembukaan lapangan Liga.Tennis Padel Solo sendiri langsung dihadiri jajaran CEO, owner hingga stakeholder.
dr. Calvin Juso Handono selaku stakeholder menerangkan bahwa pembangunan Liga.Tennis Padel Solo bukan hal yang mudah.
Memerlukan proses cukup panjang terkhusus pemilihan bahan yang sesuai standar lapangan Padel.
“Di Solo tidak terlalu mudah, kita memang membangun dari nol. Kita ingin membangun fasilitas yang baik. Dan akhirnya kita bisa meresmikannya hari ini,” ungkap Calvin.
Ia melanjutkan, pemilihan kota Solo sebagai lokasi pertama Liga.Tennis Padel yang berada di luar pulau Bali bukan kebetulan.
Ada banyak pertimbangan sehingga pemilihan kota Solo sebagai cabang pertama Liga.Tennis Padel diresmikan.
“Jadi Solo menurut saya pusat dari Jawa. Kalau kita membuat kompetisi, kita bisa memberikan kesempatan untuk semua atlet atau penikmat Padel untuk bisa join. Apalagi di Solo dari akomodasi cukup terjangkau termasuk transportasi menuju Solo dari daerah mana saja,” lanjutnya.
Ia pun berharap adanya Liga.Tennis Padel Solo ini bisa menjadi jembatan pecinta olahraga Padel bisa satu langkah menuju atlet profesional.
Founder Dima Shcherbakov dan Nyoman Ayunanda Mahartaning menerangkan bahwa peresmian Liga.Tennis Padel di Solo menjadi sebuah langkah besar bagi keduanya untuk bisa mencapai target pembukaan
“Kita punya target spesifik untuk membuka 77 klub di manapun tapi fokusnya di Indonesia. Dan menurut target kami beberapa di pulau Jawa. Dan Calvin menawarkan membuka di Solo, dan langsung kita sambut dengan baik,” ujar Dima.
Berbeda dengan lapangan Padel yang telah menjamur di Solo dan sekitarnya. Liga.Tennis Padel Solo memberikan nuansa baru bagi cabang olahraga yang tengah tren tersebut.
Bukan sekadar sebagai olahraga rekreasi, Dima berharap bahwa adanya Liga.Tennis Padel di Solo bisa membuka peluang lahirnya atlet-atlet Padel berprestasi.
“Kita fokus membentuk pencinta Padel menjadi atlet yang profesional dan harapannya bisa menjadi atlet nasional. Kita fokus kualitas dari pada hanya mencari uang dari usaha lapangan seperti ini,” kata dia.
“Kita memiliki program pelatihan yang profesional di sini,” lanjutnya.
Sementara itu, CEO Jordan Sanchez menjelaskan bahwa Liga.Tennis Padel memiliki tiga program unggulan yang membuat mereka menjadi salah satu penyedia lapangan Tennis dan Padel terbesar di Bali.
Tiga program itupun yang juga akan dibawa ke Solo nantinya.
“Ada tiga produk yang menjadi fokus kami itu menjadikan kami berbeda dengan lainnya. Ketiganya seperti pelatihan profesional, program pelatihan yang baik dan kami memiliki banyak kompetisi yang sering kita gelar baik dari kelas pemula hingga intermediat,” ungkapnya.
“Kita membawa sesuatu yang baru ke sini dalam bentuk pengalaman. Memang sudah banyak fasilitas olahraga terkhusus Padel di Solo namun kita membawa sesuatu yang berbeda dengan program pelatihan yang berfokus untuk melahirkan atlet profesional. Dan kita yakini itu akan diterima dengan baik oleh masyarakat di sini,” pungkasnya.
Beralamat di Jalan Adi Sucipto, Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Ada 8 lapangan Padel berstandar internasional yang bisa digunakan pecinta Padel di Solo dan sekitarnya.
(*/adv)