Pencuri Mangga Tewas Jatuh dari Pohon usai Ketahuan Pemiliknya, Keluarga Balas Rusak Rumah Korban
Ani Susanti May 11, 2026 03:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Seorang pencuri mangga tewas setelah jatuh dari pohon hingga keluarganya mengamuk dan minta ganti rugi ke korban pencurian.

Pria yang tewas saat melakukan aksi pencurian mangga itu bernama Ri (35) asal Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Ia meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon mangga, tempat ia mencuri.

Kronologi kejadian pun terungkap.

Peristiwa bermula pada Selasa (5/5/2026) dini hari Ri bersama temannya, MR, hendak mencuri mangga yang tumbuh di pekarangan rumah warga.

Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Bontang, Ipda Markus, menjelaskan, Ri memanjat pohon mangga, sedangkan MR menunggu di atas sepeda motor.  

Mendengar suara berisik, pemilik pohon mangga, AH langsung keluar dari rumahnya.

Kala itu, AH memergoki Ri sedang berada di atas pohon.

AH lalu berteriak maling, dan warga langsung berkumpul. 

Kepala Korban Hantam Pagar Beton

MR kabur dengan sepeda motor, sedangkan Ri yang panik melompat dari pohon hingga kepalanya menghantam pagar beton. 

“Warga awalnya fokus mengejar temannya yang kabur. Setelah kembali baru mengetahui ada orang tergeletak,” ujar Markus, melansir dari TribunJakarta.

Warga yang menemukan korban tergeletak dekat pagar rumah mengaku tidak berani menyentuhnya dan memanggil petugas keamanan lingkungan serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api.  

Polisi tiba sekitar 10 menit kemudian dan melihat Ri masih memakai masker. 

Korban kemudian dipindahkan ke teras rumah dan dibawa menggunakan mobil pribadi warga ke RS Amalia karena ambulans tak kunjung datang.  

“Warga juga yang bawa ke rumah sakit akhirnya, menggunakan mobil warga,” ujarnya. 

Baca juga: Istri Penjaga Kebun yang Aniaya Pencuri Labu Siam Minta Keadilan, Anak Tak Mau Sekolah karena Malu

Ri meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026) setelah sempat dirawat intensif akibat luka berat di kepala.

Lalu puluhan orang yang mengaku keluarga dan kerabat Ri mendatangi rumah pemilik pohon mangga.

Mereka, mengamuk dan merusak fasilitas rumah milik AH, mulai dari pagar hingga jendela.

Bahkan keluarga Ri, menebang paksa pohon mangga tersebut, dengan alasan menuntut tanggung jawab atas kematian kerabatnya.

“Kalau tidak ditakutkan atau dikejar, dia tak mungkin jatuh sampai mati. Kami minta tanggung jawab, kami hancurkan pohon itu supaya tak ada lagi nasib sama ke orang lain,” kata salah satu juru bicara rombongan.

Baca juga: Warga yang Tewas karena Curi Labu Siam untuk Berbuka Ternyata Penerima Bansos, Bupati Janji Urus Ibu

Peristiwa pengrusakan itu, kata Markus, terekam kamera pengawas atau CCTV. 

Markus menyatakan informasi yang diterima keluarga berbeda dengan keterangan saksi di lapangan. 

“Keterangan yang disampaikan kepada keluarga berbeda dengan yang kami dapat dari saksi di lapangan. Saksi tidak melihat adanya pengeroyokan,” ujarnya. 

Saling Lapor Polisi

Kapolres Bontang AKBP Widho Ariano lewat KBO Reskrim Ipda Ardiansyah mengatakan pihak AH dan Ri kini saling melapor.

Keluarga Ri melapor atas dugaan penganiayaan, mereka menuduh pemilik rumah menakut-nakuti hingga pelaku terjatuh.

Sementara AH, melapor ke polisi atas  tindak pidana penyerangan, perusakan barang, dan kekerasan.

Di sisi lain, Ardiansyah menegaskan berdasarkan olah TKP tidak ada penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan, AH dan warga kepada Ri.

Ri tewas karena jatuh sendiri dari pohon mangga milik AH.

“Hasil awal penyelidikan dan olah TKP, tidak ada tanda kekerasan dari pihak pemilik rumah. Korban jatuh karena panik sendiri saat ketahuan sedang mencuri. Tapi kami tetap proses aduan kedua belah pihak, kumpulkan bukti lengkap, rekaman CCTV, keterangan saksi & hasil otopsi. Kami pastikan hukum berjalan adil, siapa salah tetap diproses, siapa jadi korban juga dilindungi,” tegas Ardiansyah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.