POSBELITUNG.CO - Kisah memilukan datang dari Kabupaten Pati, di mana seorang ayah berinisial H harus berjuang sendirian selama bertahun-tahun demi menyeret pengasuh pondok pesantren, Kyai Ashari, ke jalur hukum. Setelah laporan yang sempat mandek sejak 2024, kini sosok yang dikenal tertutup tersebut akhirnya berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
H, ayah dari salah satu korban di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, menceritakan betapa berlikunya jalan mencari keadilan bagi anaknya yang telah menjadi korban asusila selama empat tahun, terhitung sejak korban duduk di bangku kelas 3 SMP hingga lulus SMA.
Kronologi Terungkapnya Aksi Kyai Ashari
Keberanian H muncul setelah sang anak mulai terbuka mengenai pengalaman pahit yang dialaminya di pesantren pada tahun 2024 lalu.
“Awal mula saya berani laporan ke Polres itu dari keterangan anak saya. Dari cerita anak saya itu berkaitan ke arah negatif, yaitu pelecehan seksual,” ujar H saat ditemui di Semarang, Jumat (8/5/2026).
Awalnya, H sulit mempercayai bahwa sosok yang dihormati sebagai pengasuh pondok bisa melakukan hal keji tersebut. Namun, insting seorang ayah mendorongnya untuk melakukan investigasi mandiri dengan mendatangi teman-teman anaknya satu per satu.
“Ada delapan anak atau lebih yang saya datangi untuk klarifikasi. Ternyata keterangannya cocok semua dengan yang disampaikan anak saya,” ungkap H dengan suara bergetar.
Melawan Intimidasi dan Ancaman Laporan Balik
Perjuangan H tidak mulus. Selain harus menghadapi lambatnya proses hukum, ia juga dihujani intimidasi dari pihak keluarga pelaku agar mencabut laporan.
H bahkan mengaku sempat diancam akan dilaporkan balik ke pihak kepolisian. Namun, keteguhannya tidak goyah sedikit pun.
“Mereka datang ke rumah saya, intinya saya harus mencabut laporan. Ancaman itu laporan saya akan dipatahkan dan saya akan dituntut balik. Bahkan ada surat yang intinya meminta saya mencabut laporan,” tuturnya.
Menghadapi ancaman tersebut, H memberikan jawaban tegas:
“Saya jawab, saya tidak akan cabut laporan sampai kapan pun. Tujuan saya bukan untuk diri sendiri atau anak saya saja, tapi untuk menyelamatkan anak-anak lain. Kalau ada teror atau ancaman, saya enggak hiraukan. Saya rasa ini demi perjuangan dan kebenaran.” ujarnya.
Sosok Kyai Ashari di Mata Warga Sekitar
Kabar penangkapan Kyai Ashari di Wonogiri mengejutkan warga Kecamatan Tlogowungu. Di mata tetangga, Ashari dikenal sebagai pribadi yang baik namun sangat tertutup dari kehidupan sosial masyarakat.
Anwar, seorang pemilik toko kelontong di samping pondok, menyebutkan bahwa pelaku jarang bergaul atau srawung.
“Ya baik, tapi tidak pernah srawung (bergaul). Tertutup terus,” kata Anwar, Sabtu (9/5/2026).
Kondisi Terkini Pondok Pesantren
Sejak kasus ini mencuat ke publik dan ditetapkannya Kyai Ashari sebagai tersangka, aktivitas di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo langsung lumpuh total. Hampir seluruh santri telah dievakuasi dan dipulangkan ke daerah asal seperti Jakarta, Kudus, hingga Kalimantan.
“Baru enam hari ini sepi. Santri kemarin sudah pulang semua, sekarang sudah tidak ada,” tambah Anwar. (Tribun Medan/ Surya/ Posbelitung.co)