POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur medukung penuh rencana program InJourney Hospitality House yang digagas oleh InJourney Airport, Senin (11/5/2026).
Program pelatihan pelayanan wisata ini dinilai sebagai langkah yang tepat untuk memperkuat memajukan pariwisata daerah dalam jangka panjang.
Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menyukseskan program tersebut. Ia mengatakan kehadira n pihak yang ingin meningkatkan kualitas SDM lokal adalah sebuah peluang emas.
"Pemerintah tidak boleh tidak dukung, harus dukung. Karena ini adalah investasi besar lima tahun ke depan untuk pariwisata kita," ujar Khairil saat diwawancara usai audiensi.
Khairil menyoroti durasi program yang direncanakan akan berlangsung selama lima tahun kedepan. Mereka menargetkan 60 peserta per tahun yang artinya akan ada sekitar 300 tenaga ahli pelayanan wisata baru yang lahir di Belitung Timur.
Khairil melanjutkan jika 50 persen saja dari total peserta tersebut berhasil menerapkan ilmu pelatihannya secara konsisten, maka dampaknya sudah sangat luar biasa.
"Nah, lima tahun ini kalau 60 orang per tahun, total ada 300 orang. Kalau 50 persennya saja jadi (profesional), itu sudah alhamdulillah sekali," ucapnya.
Saat ini, fokus utama pemerintah daerah adalah membantu pihak penyelenggara dalam menjaring calon peserta pelatihan. Khairil menyebut dari kuota yang disediakan, saat ini baru terdata sekitar 30 calon peserta yang siap bergabung.
Khairil menginstruksikan agar pendataan ini diperluas hingga ke komunitas-komunitas pengelola wisata di tingkat desa. Khairil ingin agar orang-orang yang memang kesehariannya menaungi wisatawan di kampung-kampung menjadi prioritas utama.
"Pelaku wisata yang saat ini ada komunitasnya akan kita gali lagi. Kita pertahankan dan dorong supaya mereka lebih maju. Jangan sampai mereka yang di lapangan justru tidak tahu informasi ini," ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berkomitmen untuk memfasilitasi kebutuhan para peserta selama masa pelatihan tiga hari tersebut. Khairil memastikan pihaknya akan turun tangan membantu kebutuhan sarana dan prasarana.
Meskipun komponen biaya seperti uang saku, konsumsi, dan transportasi peserta akan ditanggung oleh pihak InJourney, Pemkab Beltim akan memastikan kelancaran akses dan akomodasi lokal agar pelatihan berjalan maksimal.
Khairil mengatakan tantangan besar pariwisata saat ini adalah bagaimana kesan yang dibawa pulang oleh wisatawan setelah kunjungan. Oleh karena itu, standarisasi pelayanan menjadi patokan utama pemerintah daerah dalam mengukur keberhasilan wisata kedepan.
Terakhir, Khairil mengingatkan para pelaku wisata untuk memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Alasannya karena program ini bersifat gratis dan memberikan banyak manfaat.
"Ini peluang besar. Kita di Bangka Belitung, khususnya Belitung secara utuh, harus mengambil momentum ini agar potensi kita semakin dikenal lewat pelayanan yang baik," tutupnya.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)