POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sektor pariwisata di Belitung Timur akan mendapatkan suntikan baru dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Senin (11/5/2026).
InJourney Airport melalui program InJourney Hospitality House berencana menggelar pelatihan bagi para pelaku wisata di kabupaten tersebut.
Rencana ini dibahas dalam audiensi antara tim Angkasa Pura bersama Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar di Ruang Kerja Wakil Bupati pagi tadi. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu membahas komitmen mereka untuk membangkitkan kembali wisata daerah.
PLT Deputy Regional Human Capital Solution & Business Support, Iyan Farchanul Chair menjelaskan program ini bertujuan agar objek wisata di Belitong, khususnya Belitung Timur bisa lebih berkembang melalui pelayanan yang prima dari para pelakunya.
“Kami ngobrol dengan Pak Wabup terkait dengan program dari InJourney Airport untuk mengadakan pelatihan kepada pelaku wisata nanti di Beltim ini. Harapannya memang objek wisata yang ada bisa lebih berkembang secara pelayanan,” ujar Iyan saat diwawancarai media.
Pelatihan ini rencananya akan direalisasikan pada awal bulan Agustus 2026 mendatang. Tidak tanggung-tanggung, program ini dirancang sebagai komitmen jangka panjang untuk memajukan pariwisata daerah.
Iyan mengatakan pelatihan tersebut akan berlangsung selama tiga hari dan direncanakan menjadi agenda rutin tahunan.
"Ini akan berjalan selama paling tidak lima tahun ke depan di tiap tahunnya," tambahnya.
Target peserta dari pelatihan ini mencakup seluruh lapisan pelaku wisata, mulai dari pemandu wisata (guide), agen perjalanan, hingga pelaku usaha kuliner dan penginapan.
InJourney Airport menargetkan kuota sebanyak 60 peserta untuk setiap gelombang pelatihan. Pada tahun-tahun berikutnya, peserta akan digilir sehingga program ini bisa lebih luas dan merata.
Meskipun silabus pelatihan masih dalam proses penyempurnaan, Iyan mengungkapkan fokus utama pelatihan adalah hospitality atau keramah-tamahan. Standar pelayanan inilah yang menjadi kunci agar wisatawan merasa ingin kembali berkunjung.
“Fokusnya lebih ke ramah tamah atau cara melayani wisatawan. Kami ingin para pelaku wisata tahu betul bagaimana memperlakukan tamu yang datang ke sini nantinya,” ucapnya.
Menariknya, program ini bersifat gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para pelaku wisata yang ingin meningkatkan kompetensi diri.
Tak hanya itu, Iyan mengatakan pihak penyelenggara sudah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang bagi para peserta terpilih.
"Ini gratis. Bahkan para peserta ini akan mendapatkan uang saku, fasilitas, serta sertifikat dari kami," ungkapnya.
Dari 11 provinsi yang rencananya menjadi lokasi pelaksanaan, Belitung Timur menjadi yang pertama kali diberlangsungkan. Beltim pun terpilih karena mereka menilai wilayah ini memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, namun perlu lebih profesional lagi dalam pelayanan.
Iyan menyebut program serupa sebetulnya pernah dilaksanakan pada tahun 2024 lalu, namun sempat terputus karena adanya proses transisi internal di mana Belitung belum memiliki pemisahan dana CSR yang spesifik.
"Nah, mulai tahun 2026 ini kita mulai lagi. Di Bangka Belitung, prioritas kami saat ini adalah Belitung dan Belitung Timur," ujarnya.
Selain peningkatan kemampuan individu, Iyan berharap program ini menjadi jembatan agar potensi wisata di Belitung Timur bisa lebih terekspos ke kancah nasional hingga internasional.
"Jika pelayanannya sudah bagus, otomatis potensi wisata kita akan lebih banyak terekspos,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Wakil Bupati menyambut positif rencana ini dan siap mendukung dari sisi koordinasi peserta agar pelatihan tepat sasaran.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)