Jemaah Haji Kerinci dan Merangin One Stop Service di Asrama Haji Jambi
Heri Prihartono May 11, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI  - Kloter kedua keberangkatan haji atau BTH 19 jalani One Stop Service (OSS), mereka terdiri dari jamaah asal kerinci, sebanyak 156 orang.

OSS atau Layanan Satu Atap Haji adalah sistem pelayanan terintegrasi di asrama haji embarkasi yang menyatukan pemeriksaan kesehatan, dokumen, imigrasi, dan pembagian living cost dalam satu titik.

 Inovasi ini, terutama untuk haji 2026, bertujuan mempermudah jamaah, khususnya lansia, agar proses keberangkatan lebih efisien, nyaman, dan cepa

Sementara, sisanya dari Jamaah Merangin. Mereka akan melaksanakan prosesi yang sama pada pukul 14.00 WIB.

Hal itu disampaikan Kabag Tata Kelola Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Jambi, Yan Apriadi. Dia mengatakan, petugas haji sebanyak 4 kloter, didampingi PHD dan pembimbing KBIHU.

“Jadi total jemaah hari ini 444 dari Jambi, Terus nanti sudah menunggu satu jemaah kita yang BTH 13 kemarin, yang kemarin diobservasi di BKK (Balai Karantina Kesehatan),” katanya, Senin (11/5/2026).


Dia menuturkan, jemaah yang diobservasi telah sembuh, saat ini sudah di Asrama Haji Batam. 

“Jadi, jemaah atas nama Pak Syamsuddin dia standby dari asrama haji nanti dibawa oleh BKK langsung bergabung di ruang tunggu, Insyaallah nanti di BTH 19 totalnya 445,” tuturnya.

Sementara itu, Yan menjelaskan, tagline haji ditahun 2026 menyempurnakan tagnile di tahun sebelumnya, yaitu ‘Ramah Lansia, Disabilitas.’

“Pada tahun ini, kami memprioritaskan selain lansia dan disabilitas tahun sebelumnya, kami juga mengutamakan perempuan. Artinya seluruh layanan haji itu diutamakan kepada yang lansia, yang disabilitas atau kursi roda dan seterusnya, dan terakhir perempuan,” jelasnya.

Dia menerangkan, presentasi jamaah haji lansia di Provinsi Jambi hampir sama seperti tahun sebelumnya, sekitar 60 persen.

“Karena memang sistem perhajian kita yang reguler ini kan sebagaimana kita ketahui itu kan menganut sistem kuota, yang mana rata-rata jemaah mengantre 12 sampai 14 tahun. Dan alhamdulillah mulai tahun 2026 itu sistemnya sudah dimutakhirkan menjadi berbasis waiting list,” terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya mendapatkan prioritas jamaah lansia sebanyak 5 persen dari jumlah kuota. Kebetulan, Jambi mengalami kenaikan kuota dari 2909 menjadi 3276.

“Jadi, 5 persen dikali 3276 itu sekitar 160, Jadi 160 itu kuota khusus mereka-mereka yang lansia. Syaratnya minimal 65 tahun dan minimal 5 tahun sudah daftar. Tapi by system, artinya yang memenuhi 5 tahun dan di atas 65 itu disortir by system,” ujarnya.

“Tahun ini lansia termuda kita 84 tahun. Jadi banyak di Jambi ini yang termudanya 160 orang itu 84 tahun,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Rute Jambi-Kerinci Langsung Tanpa Transit Rp699.960, Jadwal Senin Kamis

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.