Marah Suami Sibuk Urus Ayam dan Bonceng Wanita Lain, Ibu Muda Racuni 3 Anak
Tommy Kurniawan May 11, 2026 04:11 PM

Seorang ibu muda di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, diduga nekat mencampurkan racun kepada tiga anaknya sebelum akhirnya ikut mengonsumsi racun tersebut.

Peristiwa mengejutkan itu diduga dipicu tekanan berat akibat persoalan rumah tangga yang tengah dihadapinya bersama sang suami.

Wanita berusia 26 tahun tersebut disebut mengalami tekanan emosional setelah merasa kecewa dengan sikap suaminya yang belakangan berubah.

Selain merasa diabaikan, korban juga dikabarkan sempat memergoki suaminya membonceng perempuan lain.

Insiden tragis itu terjadi pada Sabtu (9/5/2026) pagi di wilayah Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat.

Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan tanda-tanda keracunan, sementara ketiga anaknya mengalami muntah-muntah dan harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, perempuan tersebut diduga sengaja mengonsumsi racun bersama tiga anaknya karena tidak kuat menghadapi persoalan rumah tangga yang terus menumpuk.

Berawal dari Masalah Rumah Tangga

Diketahui, dua hari sebelum kejadian, tepatnya pada Kamis (7/5/2026), korban bersama ketiga anaknya diantar pulang ke rumah orang tuanya di Mamuju.

Kepulangannya itu diduga berkaitan dengan kondisi rumah tangga yang sedang tidak harmonis.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengungkapkan bahwa korban sempat mencurahkan isi hatinya kepada keluarga mengenai perubahan sikap suaminya.

Menurut Herman, korban merasa kecewa karena suaminya dinilai lebih banyak menghabiskan waktu mengurus ayam peliharaan pada siang hari.

Sementara pada malam hari, sang suami disebut kerap keluar rumah.

Tak hanya itu, korban juga mengaku pernah melihat suaminya sedang membonceng perempuan lain, yang semakin memperburuk kondisi emosionalnya.

Korban sebelumnya juga sempat menegur sang suami karena memukul anak pertama mereka.

Namun, teguran tersebut disebut tidak diterima dengan baik oleh suaminya.

“Pada Kamis, 7 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 Wita, setelah suami korban kembali ke Ulumanda usai mengantar istri dan anak-anaknya, korban sempat curhat kepada ayahnya mengenai kondisi rumah tangganya,” ujar Herman, dikutip dari TribunSulbar, Minggu (10/5/2026).

Sempat Izin Keluar Rumah Sebelum Kejadian

Pada hari kejadian, korban sempat meminta izin kepada ibunya untuk keluar rumah sekitar pukul 07.30 Wita.

Ia berpamitan dengan alasan ingin membeli popok, sembari meminta sang ibu menjaga ketiga anaknya sementara waktu.

Sekitar pukul 08.00 Wita, korban kembali ke rumah seperti biasa.

Namun tak lama setelah itu, ia kembali pergi ke area kebun tanpa menimbulkan kecurigaan dari keluarganya.

Beberapa saat kemudian, korban ditemukan dalam kondisi kritis akibat diduga mengonsumsi racun.

Peristiwa tersebut baru diketahui sekitar pukul 09.00 Wita ketika nenek korban, Tabeleng, masuk ke kamar dan mendapati kondisi yang mengejutkan.

Selain menemukan korban dalam keadaan lemah dengan tanda-tanda keracunan, tiga anak korban juga terlihat mengalami muntah-muntah setelah diduga ikut dicekoki racun.

Korban Sempat Minta Suaminya Tidak Disalahkan

Dalam kondisi masih sadar meski mengalami keracunan, korban sempat menyampaikan pesan kepada keluarganya.

Ia mengaku telah meminum racun dan meminta agar suaminya tidak disalahkan atas kejadian tersebut.

Mendengar pengakuan itu, nenek korban langsung berteriak meminta pertolongan.

Teriakan tersebut membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi untuk membantu evakuasi.

Tanpa menunggu lama, warga bersama keluarga segera membawa korban dan ketiga anaknya ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.

Polisi Masih Dalami Motif dan Penyebab

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan motif pasti di balik peristiwa tersebut.

Polisi juga masih mendalami kondisi rumah tangga korban serta mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga.

Sementara itu, keluarga berharap seluruh korban bisa segera pulih.

Pihak suami juga disebut telah meminta agar korban bersama ketiga anaknya dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya di Makassar.

“Sudah kami diskusikan, suami korban meminta semuanya dirujuk ke Makassar untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh para korban,” ujar Sumardi, paman korban.

Kasus ini menjadi perhatian serius warga sekitar sekaligus pengingat pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan dalam menghadapi persoalan rumah tangga maupun tekanan mental yang berat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.