Sepeda Listrik hingga Ontel Laris saat Antrean BBM, Penjualan di Galaxy Bike Palangka Raya Melonjak
Sri Mariati May 11, 2026 04:51 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Antrean panjang BBM sempat terjadi di sejumlah SPBU di Palangka Raya, pada awal Mei 2026 turut berdampak pada meningkatnya minat warga terhadap sepeda dan kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi harian.

Kondisi tersebut dirasakan Toko Galaxy Bike yang berada di Jalan Rajawali Km 5,5 samping Jalan Lumba-Lumba II, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

Toko sepeda yang telah beroperasi sekitar 10 tahun itu mengalami peningkatan penjualan selama sepekan terakhir saat antrean BBM ramai terjadi di sejumlah SPBU di Palangka Raya.

Di dalam toko, deretan sepeda tampak memenuhi hampir seluruh sudut ruangan. Mulai dari sepeda gunung, sepeda ontel, sepeda anak hingga sepeda listrik berjajar di area depan, sementara beberapa unit lainnya digantung di bagian atas toko untuk menghemat ruang pajang.

Selain menjual sepeda, Galaxy Bike juga menyediakan layanan servis, sparepart dan berbagai aksesoris sepeda.

Veronica (24), pengelola Galaxy Bike, mengatakan penjualan sepeda di tokonya meningkat dalam sepekan terakhir dibanding hari biasa.

“Jadi untuk semingguan ini penjualannya lumayan meningkat. Dalam satu hari bisa terjual sekitar satu sampai dua unit,” ujar Veronica, Senin (11/5/2026).

Menurut Veronica, sebelum antrean BBM terjadi, satu unit sepeda di tokonya biasanya baru terjual dalam dua hingga tiga hari.

Ia menilai meningkatnya penjualan dipengaruhi antrean panjang BBM yang sempat terjadi dan harga BBM nonsubsidi yang dinilai semakin mahal.

Menurut Veronica, peningkatan penjualan terjadi baik pada sepeda ontel maupun sepeda listrik.

“Seminggu ini untuk jumlah penjualan baik Sepeda Ontel ataupun sepeda listrik sama-sama meningkat,” ujarnya.

Untuk sepeda listrik, harga yang ditawarkan di Galaxy Bike berkisar Rp3 juta hingga Rp7,5 juta tergantung jenis dan spesifikasinya. Sementara sepeda biasa dijual mulai Rp1 jutaan hingga belasan juta rupiah karena tersedia dalam berbagai merek dan tipe.

“Karena di sini banyak jenis dan merek, jadi tergantung konsumen mau cari seperti apa. Paling laku jenis MTB atau sepeda gunung,” katanya.

 Kondisi tersebut juga dirasakan sebagian warga Palangka Raya yang mulai beralih menggunakan kendaraan listrik untuk aktivitas sehari-hari.

Salah satunya Melodi (23), warga Jalan Garuda,  yang mengaku keluarganya telah membeli tiga motor listrik sekaligus. Satu unit digunakan sang ayah yang bekerja sebagai dosen di IAKN Palangka Raya, sementara dua unit lainnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.

Menurutnya, penggunaan mobil untuk perjalanan rutin dinilai cukup boros BBM, terlebih saat antrean di SPBU sempat memanjang beberapa waktu lalu.

Baca juga: Sepeda Listrik Jadi Pilihan Warga Palangka Raya untuk Mobilitas Jarak Dekat, Dinilai Lebih Hemat

Baca juga: Anak di Bawah Umur 12 Tahun Dilarang Pakai Sepeda Listrik di Jalan Raya, Ini Aturannya

“Papa kerja di IAKN, jadi lumayan jauh kalau bolak-balik tiap hari. Kemarin antre BBM juga panjang, jadi akhirnya pilih motor listrik karena lebih hemat,” ujarnya.

Ia menilai kendaraan listrik lebih praktis karena tidak perlu mengantre BBM dan cukup diisi daya di rumah.

“Tinggal dicas di rumah saja, jadi lebih mudah,” katanya.

Di tengah kondisi BBM yang sempat memicu antrean panjang, sepeda dan kendaraan listrik kini mulai dilirik sebagian 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.