Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Balasan Iran soal Nuklir & Sanksi: Tak Dapat Diterima Sama Sekali
Ramadhan Aji Prakoso May 11, 2026 05:42 PM

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak mentah-mentah tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington. 

Trump menyebut respons Teheran tidak dapat diterima sama sekali.

Penolakan itu disampaikan Trump merespons jawaban Iran atas proposal AS yang disampaikan melalui mediator Pakistan.

Dilansir dari Tribunnews yang mengutip beberapa media asing, sepekan sebelumnya, AS telah mengajukan proposal perdamaian kepada Teheran yang berisi 14 poin kesepakatan. 

Salah satu poin dalam nota kesepahaman tersebut meminta pembukaan kembali Selat Hormuz dan pembatasan program nuklir Iran, Senin (11/5/2026).

Media asing melaporkan teks usulan balasan Iran menekankan perlunya pencabutan seluruh sanksi AS sebagai syarat negosiasi. 

Sementara The Wall Street Journal mengabarkan proposal balasan Iran mengusulkan moratorium yang lebih singkat dan menolak pembongkaran fasilitas nuklir.

Trump lantas merespons dengan menyebut tidak menyukai permintaan Teheran sama sekali. 

“Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima,” ujar Trump di Gedung Putih, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani menyatakan Teheran tetap membuka pintu diplomasi.

"Iran serius mencari kesepakatan yang adil dengan jaminan pencabutan sanksi," kata Kanaani dalam konferensi pers di Teheran, Minggu (10/5/2026).

Trump sebelumnya juga telah menuding Iran mempermainkan AS dan dunia selama puluhan tahun. 

Kini Trump seolah mendapat tekanan besar untuk mempertahankan gencatan senjata dan berpotensi mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

Kondisi ini diperjelas dengan adanya campur tangan China yang mendorong penghentian permusuhan dengan Iran. 

China juga mendorong pembukaan kembali jalur Selat Hormuz untuk stabilitas energi global.

Di sisi lain konflik yang tak kunjung usai antara AS-Israel melawan Iran memicu naiknya harga minyak dunia. 

Terlebih setelah AS dikabarkan menolak tanggapan Iran terhadap proposal Washington untuk mengakhiri perang.

Meski demikian Gedung Putih belum merinci alasan spesifik AS menolak respons Iran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.