Pendaki lansia berusia 84 tahun dilaporkan hilang saat mendaki gunung Batukaru, Bali. Setelah dilakukan pencarian, ia akhirnya ditemukan tewas di dasar jurang.
Pendaki asal Tabanan bernama I Made Dibia (84) dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Batukaru sejak Sabtu (25/4). Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (9/5).
Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi mengatakan korban ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari 137 personel. Proses pencarian melibatkan Polri, BPBD, relawan, serta warga Desa Adat Sarinbuana dan Wanagiri.
Mereka berhasil menemukan korban di kawasan Gunung Batukaru dalam kondisi meninggal dunia. Operasi ini melibatkan sinergi Polri, BPBD, relawan, serta ratusan warga Desa Adat Sarinbuana dan Wanagiri yang menyisir medan ekstrem di ketinggian.
"Pencarian membuahkan hasil saat tim menemukan tas milik korban berisi obat-obatan dan rokok di jurang sebelah kiri atas Munduk Ngandang, pada Sabtu pukul 13.30 Wita," ujar Subadi.
Setelah menemukan barang milik korban, tim melanjutkan penyisiran secara vertikal ke dasar jurang dengan kedalaman sekitar 93 meter dari permukaan tanah.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan jasad korban. Identitas korban kemudian dipastikan oleh pihak keluarga melalui barang-barang pribadi yang ditemukan di sekitar lokasi.
Subadi menjelaskan proses evakuasi sempat dihentikan sementara karena kondisi medan yang terjal dan cuaca buruk. Hujan deras serta kabut tebal menyulitkan proses pengangkatan jenazah.
"Langkah ini diambil karena minimnya cahaya dan keterbatasan alat evakuasi khusus untuk medan jurang yang dalam di tengah cuaca ekstrem, yang membahayakan jiwa petugas," jelasnya.
Berdasarkan koordinasi dengan keluarga dan mempertimbangkan faktor keamanan, proses evakuasi jenazah dijadwalkan dilanjutkan pada Minggu (10/5).
"Kami telah mengamankan lokasi penemuan dan berkoordinasi penuh dengan instansi terkait agar proses evakuasi berjalan lancar. Kami berupaya maksimal agar jenazah segera dapat dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pendaki berusia 84 tahun itu mendaki gunung Batukaru bersama 13 orang lainnya pada Sabtu (25/4). Korban menempuh jalur dari Pura Jatiluwih, Banjar Dinas Sarinbuana, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg.
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 15.00 Wita, sebanyak 10 pendaki tiba di puncak gunung Batukaru, namun empat pendaki lainnya tertinggal di belakang, termasuk korban.
Selang beberapa saat, keempat orang tersebut memutuskan kembali ke Pura Jatiluwih lantaran tidak kuat untuk melanjutkan pendakian.
Dalam perjalanan kembali ke Pura Jatiluwih, korban yang diketahui asal Banjar Sigaran, Desa Jegu, Penebel lantas mendahului saksi. Sayang, sekitar pukul 18.30 Wita saksi yang telah sampai di Pura Jatiluwih dan tidak melihat keberadaan korban.





