TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seorang pemancing menemukan dua mayat tanpa identitas di Sungai Bedog, Padukuhan Mangir Tengah, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan, kronologi penemuan mayat tersebut. Pemancing bernama Endri Widiatmoko (21), warga setempat sedang memancing di Sungai Bedog.
"Tiba-tiba, pemancing itu melihat ada sebuah celana berwarna gelap berada di kumpulan sampah. Setelah didekati, ternyata adalah mayat," ungkapnya, kepada awak media.
"Saat proses identifikasi, sekitar tiga meter dari lokasi kejadian, ditemukan tengkorak manusia yang sudah berlumut. Kemudian, peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Pajangan dan Puskesmas Pajangan," jelas Rita.
Petugas Polsek Pajangan dan Puskesmas Pajangan yang mengetahui itu langsung meluncur ke TKP. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan identifikasi.
"Dalam temuan mayat pertama, diperkirakan sudah meninggal sekitar dua sampai tiga minggu yang lalu. Kondisi mayat sudah membusuk, sehingga menjadi tulang belulang dan bagian tangan maupun kaki sudah tidak ada," beber Rita.
Kemudian, pada mayat kedua ditemukan tengkorak tanpa badan. Saat ditemukan, kondisi tengkorak itu sudah berlumut, sehingga korban diperkirakan sudah meninggal berbulan-bulan.
"Mayat yang ditemukan belum dapat dideteksi jenis kelaminnya," ungkap Rita.
Sampai saat ini, identitas dua mayat tersebut masih belum diketahui. Walau begitu, dua temuan mayat itu telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
Di sisi lain, Rita mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar melaporkan ke kepolisian terdekat. Itu dilakukan untuk mengidentifikasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar melaporkan ke kepolisian terdekat atau dapat menghubungi Polres Bantul melalui hotline 110 atau 087875202024 untuk dapat difasilitasi pencocokan DNA-nya," pungkas Rita.(nei)