Angka Ketimpangan Gender Nunukan Turun Drastis, Terbaik di Kaltara, BPS Ungkap 2 Faktor Utama
Cornel Dimas Satrio May 11, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2025 di Nunukan turun drastis hingga menyentuh angka 0,220, Senin (11/5/2026).

Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang masih berada di 0,362.

Penurunan sebesar 0,142 poin ini langsung menyita perhatian karena dinilai sebagai salah satu capaian paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir di Nunukan.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menyebut capaian ini sebagai lompatan besar dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender di daerah.

"Penurunan ini bukan angka biasa. Ini menunjukkan adanya perubahan nyata di masyarakat, terutama dalam pendidikan, kesehatan reproduksi, dan partisipasi perempuan," ujar Iskandar Ahmaddien.

11052026 Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien 01
IKG NUNUKAN TURUN - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien menyebutkan angka IKG di Nunukan turun drastis, jadi yang terbaik se-Kaltara, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Kabar Gembira BPS Nunukan Rekrut Mitra Statistik Tambahan 2026, Pendaftaran hingga 11 Mei

Terbaik di Kaltara

Secara regional, capaian Nunukan ini bahkan masuk kategori terbaik di Provinsi Kaltara.

Bersama Kabupaten Tana Tidung, Nunukan mencatat penurunan IKG paling signifikan dibanding daerah lainnya.

Sebagai pembanding, IKG Provinsi Kalimantan Utara masih berada di angka 0,340 pada 2025, atau lebih tinggi dibanding Kabupaten Nunukan.

Faktor Utama

Menurut BPS, ada dua faktor utama yang mendorong penurunan ketimpangan gender di Nunukan:

Pendidikan perempuan, semakin banyak perempuan usia di atas 25 tahun yang menamatkan pendidikan minimal SMA.

Kesadaran kesehatan reproduksi, kasus melahirkan pertama di usia di bawah 20 tahun menurun, menunjukkan meningkatnya edukasi dan kesadaran masyarakat.

Iskandar menambahkan, tren positif ini konsisten membaik sejak beberapa tahun terakhir dengan rata-rata penurunan sekitar 0,050 poin per tahun.

"Kalau kita lihat trennya, ini sudah konsisten membaik sejak beberapa tahun terakhir. Rata-rata penurunan IKG kita sekitar 0,050 poin per tahun," ungkap Iskandar.

Optimis Terus Turun

Meski begitu, BPS Nunukan menegaskan bahwa tantangan masih ada terutama di sektor ketenagakerjaan. Namun, tren positif yang sudah terbentuk menjadi modal penting untuk mendorong kesetaraan yang lebih luas.

"Harapannya tren ini tidak berhenti. Justru harus terus ditekan agar kesempatan antara laki-laki dan perempuan semakin setara," tegas Iskandar Ahmaddien.

Dengan capaian ini, Nunukan disebut-sebut sebagai salah satu daerah yang berhasil melakukan percepatan dalam pengurangan ketimpangan gender di kawasan perbatasan Indonesia.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.