TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah meresmikan Pasar Seni “Kyai Gede” di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Senin (11/5/2026).
Peresmian pasar seni tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif, memperkuat UMKM, sekaligus menghadirkan destinasi wisata baru di wilayah Pangkalan Bun dan Arut Selatan.
Pasar Seni “Kyai Gede” dibangun sebagai pusat ekonomi kreatif dan ruang publik modern yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baca juga: Rakor Pra Evaluasi SAKIP, Inspektorat Kobar Perkuat Kesiapan Penilaian KemenPAN-RB 2026
Baca juga: Pemkab Kobar Raih Penghargaan Creative Financing dari Kemendagri
Baca juga: Bupati Kobar Buka Pangkalan Banteng Expo Pesona KSB 2026, Dorong UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Berbagai fasilitas pendukung juga telah disiapkan di kawasan pasar seni tersebut, di antaranya delapan unit usaha, satu unit kafetaria, satu unit Tourist Information Center (TIC), ruang Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), hingga meeting room.
Dalam sambutannya, Bupati Nurhidayah mengatakan pembangunan Pasar Seni “Kiai Gede” merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendorong transformasi ekonomi dari sektor tradisional menuju sektor kreatif.
“Pembangunan Pasar Seni Kyai Gede ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk mendorong transformasi ekonomi dari sektor tradisional ke sektor kreatif, sekaligus memberikan ruang usaha yang layak dan representatif bagi pelaku UMKM,” ujar Nurhidayah.
Ia menambahkan, keberadaan pasar seni tersebut juga diharapkan mampu mengangkat potensi seni dan budaya lokal agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Kita ingin menjadikan kawasan perkotaan, khususnya di wilayah Pangkalan Bun dan Arut Selatan, agar lebih hidup dan produktif,” katanya.
Menurut Nurhidayah, Pasar Seni “Kyai Gede” bukan sekadar tempat jual beli, melainkan diharapkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya, ruang bagi seniman lokal menampilkan karya, hingga destinasi wisata baru yang mendukung kunjungan wisatawan ke Kobar.
Selain itu, pasar seni tersebut juga diproyeksikan menjadi ruang interaksi sosial masyarakat yang nyaman, tertib, dan modern, sekaligus simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan pasca berbagai tantangan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam kesempatan itu, Nurhidayah menjelaskan bahwa nama “Kyai Gede” memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat.
Nama tersebut diambil dari tokoh ulama besar penyebar agama Islam di wilayah Kotawaringin pada abad ke-17 yang dikenal berperan penting dalam membangun peradaban Islam di daerah tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan pasar secara profesional agar keberadaan pasar seni tersebut dapat berkelanjutan dan terus berkembang.
“Kita tidak ingin pasar ini hanya ramai di awal, tetapi kemudian menurun karena kurangnya pengelolaan,” tegasnya.
Nurhidayah berpesan kepada pengelola agar menerapkan manajemen pasar secara profesional, tertib, dan transparan. Sementara kepada para pedagang, ia meminta agar menjaga kualitas produk, kebersihan, serta pelayanan kepada pengunjung.
Kepada masyarakat, Bupati Kobar itu juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas Pasar Seni “Kyai Gede” agar tetap nyaman dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dan retribusi, pembinaan UMKM serta pelaku seni, hingga promosi Pasar Seni “Kyai Gede” sebagai bagian dari paket wisata daerah di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Foto : Bupati Kobar Hj. Nurhidayah tanda tangan prasasti sebagai tanda telah diresmikannya Pasar Seni "Kyai Gede".